Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski belum seratus persen, namun sudah mendekatkan Jepara sebagai kabupaten berstatus ODF.

Ketua tim verifikasi ODF Jawa Tengah Danny Setiawan mengatakan capaian Jepara sudah mencapai 99,82 persen ODF. Persentase itu berasal dari sampling di delapan desa di delapan wilayah kecamatan.

Desa-desa tersebut Desa Bondo (Bangsri), Desa Jambu Timur (Mlonggo), Desa Plajan (Pakisaji), dan Desa Kedungcino (Jepara). Kemudian Desa Batealit (Batealit), Desa Sukodono (Tahunan), Desa Sukosono (Kedung), dan Desa Troso (Pecangaan).

"Pertimbangan pemilihan desa atau kelurahan adalah  yang paling awal ODF, yang banyak sharing-nya (menumpang), banyak memiliki Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP), dekat aliran sungai atau drainase, dan dekat hutan," ujar Danny.

Dari 529 kepala keluarga (KK) di delapan desa tersebut, ditemukan satu KK atau 0,18 persenya yang belum menyadari ODF dan masih BABS. Kebiasaan tersebut masih terjadi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan.

Hal itu diakui warga bersangkutan, dengan menyatakan biasa membuang hajat langsung di sungai. Dengan temuan ini, tim berharap dapat segera diperbaiki dalam sepekan ke depan.

"Kami tunggu penanganannya. Kami beri waktu seminggu untuk segera ditindaklanjuti," tambah Dany Setiawan.
"Kami tunggu penanganannya. Kami beri waktu seminggu untuk segera ditindaklanjuti," tambah Dany Setiawan.Di luar termuan tersebut tim juga mencatat ada sebanyak 403 KK yang diketahui sudah memiliki Jamban Sehat Permanen (JSP). Kemudian ada  38 KK yang mempunyai JSSP, dan yang masih menumpang BAB ada sebanyak 87 KK.Meski sudah terverifikasi ODF sejumlah desa juga mendapat catatan, di antaranya penanganan limbah popok bayi sekali pakai, jarak ideal tangki septik dengan sumur, dan tersedianya sabun di WC. Terpenuhinya catatan ini nantinya bisa jadi pertimbangan pada ajang penilaian Kabupaten Sehat.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Mudrikatun, tetap mengklaim dari sisi dokumen, seluruh desa/kelurahan sudah 100 persen ODF. Meski menyisakan waktu sepekan pihaknya optimis dapat menuntaskannya.“Seluruh material sudah siap dan segera untuk dikerjakan. Kemarin waktu kami diskusi dengan para petinggi intinya bagaimana jamban itu tetap ada. Misal tidak ada dana, kami juga telah sepakat untuk gotong-royong membantu," ujar Mudrikatun, Selasa (5/11/2019). Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler