Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pementasan wayang kulit 24 jam nonstop dibuka oleh Ketua Harian Komite Sosial Budaya Nasional (KSBN) Jepara Sholih, pada Rabu (6/11/2019) pagi, di halaman pendapa Kabupaten Jepara.

Ketua Pepadi Jepara Ki Hendro Suryo Kartiko mengatakan, pertunjukan ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Jepara. Diharapkan akan menjadi embrio bangkitnya kesenian wayang kulit di Kota Ukir.

“Apalagi dalam pementasan, tidak hanya menampilkan dalang-dalang senior yang sudah kondang, akan tetapi juga kolaborasi dengan dalang-dalang muda yang ada di Kabupaten Jepara. Ada beberapa dalang cilik yang ikut tampil,” ujar Ki Hendro Suryo Kartiko.

Kegatan ini merupakan terobosan baru Pepadi, untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2019. Diharapkan, ada regenerasi pedalangan atau seni pewayangan di Kabupaten Jepara. Dan saat ini adalah saatnya dalang-dalang muda bisa tampil.

Untuk pementasan ini, masing-masing dalang diberikan waktu dua jam dengan membawakan lakon masing-maisng. Mereka akan diringi puluhan waranggana muda dan pangrawit yang tampil secara bergantian.

Beberapa lakon pemawangan seperti Bimo Rangsang, Wisanggeni Duto, dan Gareng Ratu dibawakan oleh sejumlah dalang.

Ada juga dalang muda yang hanya menampilkan sabetan-sabetan sesuai dengan kemampuan mereka. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan akan berakhir Kamis (7/11/2019) jam 07.00 WIB.Sementara itu Ketua KSBN Jepara  Sholih menyampaikan apresiasi tinggi atas dilaksakanakannya kegiatan ini. Seni dan budaya yang dimiliki Indonesia, wajib untuk diinventarisasi, dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan. Salah satunya adalah kesenian wayang.“Dengan melestarikan beragam kesenian tersebut, akan memperkokoh jati diri bangsa,” kata Sholih.Penetapan Hari Wayang Nasional pada 7 November berkaitan dengan pengakuan UNESCO terhadap kesenian wayang Indonesia sebagai warisan dunia nonbenda untuk kemanusiaan. Sampai sekarang momentum ini terus diperingati oleh pelaku seni pewayangan, termasuk di Kabupaten Jepara. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler