Industrialisasi di Jepara Dituding Jadi Sumber Penyebaran HIV/AIDS
Budi Santoso
Kamis, 14 November 2019 15:34:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari proyek ini akhirnya banyak pendatang dari luar Jepara yang masuk, dan membawa dampak bagi penyebaran virus ini.
Wakil Ketua DPRD Jepara H Nuruddin Amin atau biasa dipanggil Gus Nung menyatakan, dari data yang didapatkannya dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, industri yang muncul juga menimbulkan pengaruh pada sosial budaya masyarakat.
“Dari data yang ada di DKK, penderita HIV/AIDS di tingkat kecamatan memang merujuk ke Bangsri. Tapi kalau dilihat dari desanya, justru Tubanan di Kembang yang ada PLTU-nya menjadi yang terbanyak,” ujarnya.
Hal ini bisa terjadi, karena di lokasi-lokasi yang ada industrialisasinya, terjadi perubahan sosial dan budaya. Para pendatang dari luar daerah, yang diduga terjangkit, akhirnya menularkan ke orang setempat.
Kemudian, ada kecenderungan juga penyebaran HIV/AIDS mulai merambah wilayah selatan Jepara, yang juga mulai tumbuh industrinya. Dari sana kemudian tumbuh usaha kos-kosan yang cenderung bebas. Sehingga dimungkinkan terjadi penularan virus ini di antara para pekerja.
“Jadi kalau situasinya seperti ini, maka mereka yang membuka industrialisasi juga harus ikut memperhatikan masalah ini. PLTU dan perusahaan-perusahaan besar yang ada, harus juga kita minta ikut berperan dalam penanganan masalah ini,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



