Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tidak mengherankan jika pada akhirnya ada banyak pihak yang diduga ikut bermain dalam persaingan bisnis memperebutkan limbah scrab ini.

Bahkan ada yang menyebut banyak orang-orang yang memiliki kekuasaan di Jepara juga bermain dalam urusan ini.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman menyatakan, isu seperti itu memang banyak terdengar. Informasi adanya orang-orang kuat berkepentingan atas bisnis tersebut memang diakuinya ada. Namun persoalannya, adalah apakah informasi itu benar atau tidak, pihaknya belum bisa memastikan.

“Tentu harus diakui ada informasi-informasi seperti itu. Namun benar atau tidak ya harus dibuktikan. Bagi kami yang paling kami perhatikan adalah dari sisi keamanan saja. Lainnya silahkan kalau memang itu dilakukan secara benar,” ujar AKBP Arif Budiman, Senin (18/11/2019).

Dalam beberapa kesempatan, saat memediasi bertemunya banyak kepentingan dalam urusan ini, pihaknya juga sudah seringkali menyampaikan. Limbah ini silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, asalkan tidak menimbulkan polemik atau malah konflik.

Semua pihak yang berkepentingan dipersilahkan membicarakan hal itu sesuai dengan aturan main yang ada.

Pihaknya tidak ingin adanya praktik premanisme akhirnya muncul dalam persoalan ini. Jika justru menimbulkan konflik, lebih baik tidak usah ada yang memanfaatkan limbah itu.

“Saya pernah ngomong. Jika memang malah menimbulkan polemik dan konflik, maka lebih baik limbah ini dibuang ke laut saja. Dijadikan rumpon ikan, dan lebih bermanfaat,” tegasnya.
Baca juga: Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno menyatakan masalah limbah scrab merupakan ranah PLTU (pemilik proyek) sendiri di sana.Pihaknya tidak bisa memastikan apakah ada banyak oknum yang memiliki kekuasaan ikut bermain dalam masalah ini.“Saya tidak bisa memberikan komentar soal ada tidaknya oknum penguasa yang terlibat dalam persaingan memperebutkan limbah scrab ini. Itu ranah PLTU (pemilik proyek). Saya tidak bisa memberikan statement apapun,” ujar Pratikno. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler