Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Memasuki musim hujan, apakah berarti mereka akan bisa bersantai sejenak?. Ternyata tidak juga.

Kabid Pemadam Kebakaran di Satpol PP Jepara Surana menyatakan, musim hujan potensi kebakaran di Jepara tetap ada. Terutama terkait dengan kegiatan pengolahan kayu.

Industri mebel skala rumahan biasanya yang sering menghadapi masalah kebakaran pada saat musim hujan seperti saat ini. Karena dikejar order, untuk mengeringkan kayu biasanya mengandalkan oven. Karena tidak hati-hati, biasanya kesalahan timbul dan menimbulkan kebakaran.

“Jadi jangan dikira musim hujan kami bisa leha-leha. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebakaran sering terjadi pada musim hujan juga. Pokoknya kami tetap harus waspada,” ujar Surana, Jumat (22/11/2019).

Kasus kebakaran terakhir yang ditangani menurut Surana terjadi di wilayah Welahan. Akibat pembakaran lahan sisa pertanian, api membakar sebagian ‘Hotel Kebau’ di Desa Guwo Saba Kerto. Beruntung kebakaran tersebut bisa dihentikan, sehingga tidak sempat menimbulkan kerugian ternak.

Baca: Ada Hotel Khusus Kebo di Welahan Jepara, Ini KeistimewaanyaDi Guwo Saba Kerto, memang ada bangunan kandang kerbau yang sering disebut sebagai ‘Hotel Kerbau’. Ternak kerbau milik warga Desa Guwo Sabakerto dijadikan satu dalam sebuah kandang panjang, di luar desa. Kandang inilah yang sempat dilalap si jago merah.“Beruntung kami dan warga bisa segera menghentikan amukan api. Warga yang memulai kebakaran ini, sempat mengalami luka bakar, saat ikut berusaha memadamkan api. Beberapa kerbau ada yang sedikit mengalami luka bakar. Tapi semua bisa diselamatkan,” tambah Surana. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler