Warga di Jepara Kembali Diingatkan Bahaya Kekurangan Yodium
Budi Santoso
Rabu, 27 November 2019 13:52:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sejak tiga dekade lalu, pemerintah secara intensif telah melakukan implementasi kebijakan iodium garam. Di Kabupaten Jepara, pelaksanaan program ini masih terus dilakukan.
Salah satunya seperti yang dilakukan Puskesmas Donorojo, Jepara. Kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan yodium ini masih terus dilakukan.
Menurut dr Maulida, salah satu petugas Puskesmas Donorojo, monitoring dan evaluasi Kampung Iodium dimaksudkan untuk mengecek dan mendata sejauh mana penggunaan garam beryodium di kalangan rumah tangga warga.
“Kekurangan iodium mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dan lain-lain. Jadi masalah ini sangat penting untuk diketahui masyarakat,” ujar dr Maulida, Rabu (27/11/2019).
Konsumsi garam beryodium di Donorojo, sejauh ini sudah cukup baik. Dalam acara monitoring dan evaluasi yang sudah digelar, masyarakat Donorojo bisa dikatakan sudah memahami pentingnya konsumsi garam beryodium ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



