Limbah Produksi Tempe Timbulkan Bau Busuk di Kali Surodadi Jepara
Budi Santoso
Jumat, 6 Desember 2019 14:02:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Alip Sutarto, warga yang tinggal tepat di pinggir Kali Surodadi, bau tersebut timbul karena limbah produksi tempe. Salah seorang warga memang memroduksi tempe dan membuang limbahnya ke sungai.
Dirinya yang sudah tinggal di wilayah tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Namun sejak ada warga membangun rumah dan memproduksi tempe, bau menyengat muncul, terutama pada saat musim kemarau.
“Kalau pas air sungai penuh dan mengalir, baunya tidak muncul. Namun kalau pas kemarau, air sungai mandeg, bau busuk muncul dan menganggu sekali. Saya sudah melaporkan ke pihak terkait, namun belum ada jalan keluar,” keluh Alip Sutarto, Jumat (6/12/2019).
Pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara. Beberapa waktu lalu, beberapa petugas DLH dan Satpol PP sudah datang melihat kondisinya. Pemilik usaha produksi tempe kemudian membangun septic tank, untuk menampung air limbah.
Pada awalnya, setelah dibuatkan septic tank, bau sempat berkurang. Namun entah kenapa, dalam beberapa pekan terakhir, bau kembali menyebar. Pihaknya melihat air limbah kembali langsung masuk ke sungai.
“Kami berharap masalah ini bisa kembali mendapatkan perhatian. Dalam forum RT, pemilik usaha tempe sudah diberitahu mengenai hal ini. Namun sampai saat ini masalah ini belum sepenuhnya ada penyelesaian. Bau menyengat masih menganggu,” tambah Alip Sutarto.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



