Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jepara Ny Hesty Nugroho mengatakan, orang tua  para disabilitas harus memiliki mental kuat dan tetap harus bisa bersyukur atas karunia pada diri anak mereka. Mereka para disabilitas dan orang tua masing-masing harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Ini dikatakannya,  saat menyerahkan bantuan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, dukungan kepada para orang tua yang saat ini mempunyai anak disabilitas (keterbatasan) sangat dibutuhkan. Mereka para orang tua harus memiliki semangat untuk mengasuh anak-anak mereka. Dukungan dan bantuan terhadap mereka akan sangat berarti bagi kehidupan mereka.

“Perasaan syok pasti menyelimuti hati orang tua, demi mengetahui keterbatasan anaknya. Namun perasaan itu harus diusir secepat mungkin. Karena anak butuh perhatian dan kasih sayang,” ujar Hesti Nugroho.

Dikatakannya juga, tidak mudah menjalani peran sebagai orang tua untuk anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Selain harus rajin mengikuti anak untuk berbagai perawatan, juga harus telaten dan super sabar untuk mendidik anak.

Bagi anak berkebutuhan khusus, perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang paling dibutuhkan. Jika pihak keluarga menerima keadaan anak dan memperlakukannya dengan kasih sayang, maka pihak luar akan lebih mudah menerima kondisi sang anak.

Orang tua harus memastikan bahwa peranannya sebagai orang tua benar-benar maksimal.“Keseharian seorang disabilitas tidak jauh dari kehidupan saya sendiri. Keponakan saya sebelumnya merupakan seorang penderita disabilitas. Namun kini anak tersebut telah berpulang kepada Allah SWT. Saya tahu bagaimana beratnya mengasuh anak disabilitas. Karena ini dialami sendiri olah kakak saya,” tambah Hesti Nugroho.Menurutnya, di balik kekurangannya para difabel selalu mempunyai kelebihan. Misal dalam bermusik, menggambar, bercerita, sains, dan sebagainya.”Orang tua harus mengetahui apa kesukaan anak dan biarkan anak mengeksplornya dengan tetap memberi bimbingan dan dukungan,” pungkasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler