Berangkat dari kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, terus mencari cara agar penyebaran virus tersebut dapat terputus mata rantainya. Salah satunya dengan melibatkan beberapa instansi lintas sektoral untuk saling bersinergi mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di Jepara.
Asisten Bidang Pembangunan Setda Jepara Mulyaji Pada rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS, Senin (23/12/2019) mengatakan, fenomena di Kabupaten Jepara terkait HIV/AIDS cukup memprihatinkan.
Dengan kondisi seperti ini, maka di satu sisi menjadi musibah. Namun di sisi yang lain, banyaknya kasus yang terungkap juga memberi kesempatan bagi Jepara untuk bisa menanggulangi membatasi penularannya.
"Beberapa yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukan pengobatan sehingga penderita HIV tidak semakin parah. Serta penanganan pasien AIDS yang semakin bertambah dapat dieliminasi,” ujar Mulyaji.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, dr.M. Fakhrudin menyatakan, sesuai laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sampai dengan November 2019, di Kabupaten Jepara ditemukan sebanyak 128 kasus HIV/AIDS.
Banyaknya pasien yang diketahui menderita HIV menjadi tanggug jawab bersama. Selanjutnya dibutuhkan komitmen bersama untuk mengeliminasi perkembangan virus HIV/AIDS.
Salah satu penyebaran virus HIV/AIDS rentan terjadi pada fenomena baru di kalangan remaja, yang suka dengan sesama jenis antara laki-laki suka dengan laki-laki. Hal ini perlu adanya pengkajian untuk mengentaskannya."Januari sampai dengan November 2019 ditemukan sebanyak 128 kasus dengan kasus HIV sebanyak 94 dan AIDS sebanyak 34 kasus. Ini tersebar di hampir seluruh Jepara. Sejauh ini, kasus HIV/AIDS di Jepara setiap tahun memang masih mengalami peningkatan dengan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga," jelasnya.Jepara berada pada rangking dua bersama dengan Kabupaten Cilacap, di bawah Kota Semarang. Hal ini menuntut kerja keras bersama untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Peran dari pemerintah serta organisasi lainnya bersama masyarakat diharapkan memutus mata rantainya.Dengan menemukan kasus penderita HIV secara dini maka akan dapat diatasi dengan pengobatan sehingga dapat mengurangi resiko lebih parah. Sehingga tidak menularkan kepada orang lain. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS.com, Jepara - Tingginya penyebaran kasus HIV/AIDS di Jepara menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Sampai November 2019 tercatat Jepara menduduki peringkat kedua terbanyak kasus HIV dan peringkat lima belas kasus AIDS di Jawa Tengah.
Berangkat dari kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, terus mencari cara agar penyebaran virus tersebut dapat terputus mata rantainya. Salah satunya dengan melibatkan beberapa instansi lintas sektoral untuk saling bersinergi mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di Jepara.
Asisten Bidang Pembangunan Setda Jepara Mulyaji Pada rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS, Senin (23/12/2019) mengatakan, fenomena di Kabupaten Jepara terkait HIV/AIDS cukup memprihatinkan.
Dengan kondisi seperti ini, maka di satu sisi menjadi musibah. Namun di sisi yang lain, banyaknya kasus yang terungkap juga memberi kesempatan bagi Jepara untuk bisa menanggulangi membatasi penularannya.
"Beberapa yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukan pengobatan sehingga penderita HIV tidak semakin parah. Serta penanganan pasien AIDS yang semakin bertambah dapat dieliminasi,” ujar Mulyaji.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, dr.M. Fakhrudin menyatakan, sesuai laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sampai dengan November 2019, di Kabupaten Jepara ditemukan sebanyak 128 kasus HIV/AIDS.
Banyaknya pasien yang diketahui menderita HIV menjadi tanggug jawab bersama. Selanjutnya dibutuhkan komitmen bersama untuk mengeliminasi perkembangan virus HIV/AIDS.
Salah satu penyebaran virus HIV/AIDS rentan terjadi pada fenomena baru di kalangan remaja, yang suka dengan sesama jenis antara laki-laki suka dengan laki-laki. Hal ini perlu adanya pengkajian untuk mengentaskannya.
"Januari sampai dengan November 2019 ditemukan sebanyak 128 kasus dengan kasus HIV sebanyak 94 dan AIDS sebanyak 34 kasus. Ini tersebar di hampir seluruh Jepara. Sejauh ini, kasus HIV/AIDS di Jepara setiap tahun memang masih mengalami peningkatan dengan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga," jelasnya.
Jepara berada pada rangking dua bersama dengan Kabupaten Cilacap, di bawah Kota Semarang. Hal ini menuntut kerja keras bersama untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Peran dari pemerintah serta organisasi lainnya bersama masyarakat diharapkan memutus mata rantainya.
Dengan menemukan kasus penderita HIV secara dini maka akan dapat diatasi dengan pengobatan sehingga dapat mengurangi resiko lebih parah. Sehingga tidak menularkan kepada orang lain.
Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha