Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berangkat dari kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, terus mencari cara agar penyebaran virus tersebut dapat terputus mata rantainya. Salah satunya dengan melibatkan beberapa instansi lintas sektoral untuk saling bersinergi mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di Jepara.

Asisten Bidang Pembangunan Setda Jepara Mulyaji Pada rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS, Senin (23/12/2019) mengatakan, fenomena di Kabupaten Jepara terkait HIV/AIDS cukup memprihatinkan.

Dengan kondisi seperti ini, maka di satu sisi  menjadi musibah. Namun di sisi yang lain, banyaknya kasus yang terungkap juga memberi kesempatan bagi Jepara untuk bisa menanggulangi membatasi penularannya.

"Beberapa yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukan pengobatan sehingga penderita HIV tidak semakin parah. Serta penanganan pasien AIDS yang semakin bertambah dapat dieliminasi,” ujar Mulyaji.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, dr.M. Fakhrudin menyatakan, sesuai laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sampai dengan November 2019, di Kabupaten Jepara ditemukan sebanyak 128 kasus HIV/AIDS.

Banyaknya pasien yang diketahui menderita HIV menjadi tanggug jawab bersama. Selanjutnya dibutuhkan komitmen bersama untuk mengeliminasi perkembangan virus HIV/AIDS.

Salah satu penyebaran virus HIV/AIDS rentan terjadi pada fenomena baru di kalangan remaja, yang suka dengan sesama jenis antara laki-laki suka dengan laki-laki. Hal ini perlu adanya pengkajian untuk mengentaskannya."Januari sampai dengan November  2019 ditemukan sebanyak 128 kasus dengan kasus HIV sebanyak 94 dan AIDS sebanyak 34 kasus. Ini tersebar di hampir seluruh Jepara. Sejauh ini, kasus HIV/AIDS di Jepara setiap tahun memang masih mengalami peningkatan dengan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga," jelasnya.Jepara berada pada rangking dua bersama dengan Kabupaten Cilacap, di bawah Kota Semarang. Hal ini menuntut kerja keras bersama untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Peran dari pemerintah serta organisasi lainnya bersama masyarakat diharapkan memutus mata rantainya.Dengan menemukan kasus penderita HIV secara dini maka akan dapat diatasi dengan pengobatan sehingga dapat mengurangi resiko lebih parah. Sehingga tidak menularkan kepada orang lain. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler