Pakai Topeng Spiderman Berfilter, Mahasiswa Unisnu Jepara Pantau Gerhana Matahari
Budi Santoso
Kamis, 26 Desember 2019 13:40:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Nur Hudi, salah satu dosen Unisnu Jepara, menyatakan pihaknya secara khusus memang melakukan pengamatan. Tujuannya untuk melakukan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat.
Dalam kegiatan ini pihaknya menggunakan lima buah teleskop (teropong) untuk melakukan pengamatan gerhana matahari ini. Sebanyak empat teleskop merupakan peralatan manual, dan satu teleskop lagi sudah berteknologi digital.
“Dengan teleskop digital, objek tangkapan langsung ditransfer ke layar proyektor. Sehingga masyarakat bisa menyaksikan proses gerhana yang berlangsung,” ujar Nur Hudi.
Proses gerhana matahari sendiri tercatat mulai terjadi pada jam 10.58 WIB. Dari amatan yang dilakukan, gerhana yang terjadi disebut sebagai gerhana matahari sabit. Puncak gerhana disebutkan terjadi pada jam 12.46 WIB.
Pada pengamatan yang dilakukan, matahari diketahui tertutup 76,8 persen pada puncak gerhana. Diperkirakan proses gerhana akan berakhir pada jam 14.34 WIB.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



