Pelayaran Ditutup, Lima Hari Mat Safii dan Keluarga Terpaksa Kemah di Pelabuhan Jepara
Budi Santoso
Selasa, 7 Januari 2020 14:30:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mat Safii, Warga Tlogo, Kemojan, Karimunjawa mengaku sepekan lalu datang ke Jepara untuk berbelanja kebutuhan. Rencananya Jumat (3/1/2020) dirinya sudah bisa pulang ke Karimunjawa.
Namun cuaca buruk di Laut Jepara akhirnya memaksa dirinya berserta istri dan dua orang anaknya harus bertahan di Pelabuhan Kartini Jepara. Sudah lima hari keluarga ini menginap di pelabuhan ini.
Beruntung dirinya bisa bermalam di Kantor Dishub yang ada di pelabuhan. Pada siang hari, dirinya menunggu di emperan warung-warung yang sementara tutup, karena pelayaran memang sedang ditutup.
Menurutnya, ada banyak orang Karimunjawa yang sebenarnya bernasip sama dengan dirinya. Namun semuanya bermalam di rumah sanak familinya.
“Barang-barang saya sudah masuk ke Kapal Siginjai. Kemarin saya juga sudah dapat tiketnya. Namun tiketnya dikembalikan, karena cuaca buruk. Terpaksa kami menunggu pelayaran selanjutnya di sini. Tidak ada keluarga di Jepara,” ujar Mat Safii, Selasa (7/1/2020).
Pihaknya berharap cuaca segera membaik dan pelayaran bisa kembali dibuka. Mat Safii mengaku sudah tidak banyak lagi memiliki uang saku untuk biaya menunggu pelayaran dibuka.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



