Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nur Soleh menyatakan, untuk kebutuhan pokok seperti gula, beras dan sembako lainnya, relatif belum ada masalah. Masyarakat dan pemerintah sudah jauh-jauh hari mempersiapkan stok untuk jangka yang agak lama.

Namun untuk BBM dan gas elpiji, karena aturan, stok yang disiapkan tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Gas elpiji misalnya, saat ini sudah mulai menipis.

Di pangkalan-pangkalan penjualan gas elpiji, bahkan stoknya sudah kosong. Jika di masyarakat habis, dan belum ada pasokan dari Jepara daratan, maka dipastikan masyarakat harus memasak menggunakan bahan bakar lain.

“Kalau untuk beras, gula dan minyak goreng, belum ada masalah. Masih ada stok untuk waktu yang relatif agak lama. Elpiji yang saat ini sudah mulai menipis. Di pangkalan-pangkalan sudah tidak ada,” ujar Nur Soleh, saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Selain elpiji, untuk BBM saat ini juga mulai menghadapi penipisan stok. SPBU yang ada di Karimunjawa saat ini bahkan sudah tidak memiliki stok yang bisa dijual ke masyarakat.

Bahan makanan seperti sayur mayur, tempe, tahu dan telur juga sudah mulai menghilang di pasaran yang ada di Karimunjawa. Sejak pelayaran ditutup, praktis pasokan sayur mayur dari Jepara daratan, tidak bisa dilakukan.

Baca: Pelayaran Ditutup, Lima Hari Mat Safii dan Keluarga Terpaksa Kemah di Pelabuhan Jepara
Baca: Pelayaran Ditutup, Lima Hari Mat Safii dan Keluarga Terpaksa Kemah di Pelabuhan JeparaSementara itu, Kepala UPP (Unit Pelayanan Pelabuhan) Syahbandar Jepara Trijotho Sukristiono, menyatakan, pelayaran memang belum diperkanankan mengingat cuaca yang terjadi. Perairan di Laut Utara Jawa, saat ini memiliki ketinggian gelombang antara 1-2,5 meter.Kecepatan angin juga tidak menguntungkan untuk pelayaran kapal-kapal yang biasa ke Karimunjawa.Sampai saat ini juga belum ada pengajuan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) untuk mengangkut Elpiji atau BBM ke Karimunjawa. Untuk BBM sendiri biasanya dipasok dari Semarang atau Surabaya oleh Pertamina.“Berdasar prakiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gelombang di perairan Laut Utara Jawa, besok (Rabu, 8/1/2020-red) mulai turun ketinggiannya. Jika memungkinan, akan dibuka pelayaran ke Karimunjawa. Mudah-mudahan saja,” tandasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler