Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mayat tersebut akhirnya diketahui beridentitas Muslikan (72), warga  Desa Cepogo, Kembang, Jepara. Camat Kembang Sutana menjelaskan, kejadian ini sudah ditangani oleh Polsek Kembang.

Sebelumnya, mayat ditemukan oleh sejumlah warga yang kebetulan melewati jalan tersebut. Selanjutnya penemuan ini dilaporkan ke pihak-pihak yang berwenang.

Menurut Sutana, pihak keluarga korban sebelumnya memang sudah mencari keberadaan korban. Muslikan sendiri sejak Selasa (7/1/2020) meniggalkan rumah. Kepada keluarga, korban menyatakan akan pergi ke Desa Pendem, mengunjungi keluarganya.

“Pihak keluarga menyatakan Pak Muslikan ini meninggalkan rumah rumah sekitar jam 16.30 WIB kemarin. Katanya mau berkunjung ke saudaranya. Sampai larut malam, kok tidak balik, lalu pihak keluarga mencoba mencarinya,” ujar Sutana.

Polsek Kembang kemudian mengembangkan kasus ini, dan akhirnya diketahui mayat yang ditemukan itu memang Muslikan.

Saat ditemukan, bagian siku tangan kanan korban terlihat bengkak. Setelah dikonfirmasi, pihak keluarga menyatakan sehari sebelumnya, korban memang terkena sengatan lipan (kelabang) yang mengakibatkan bengkak.
Saat ditemukan, bagian siku tangan kanan korban terlihat bengkak. Setelah dikonfirmasi, pihak keluarga menyatakan sehari sebelumnya, korban memang terkena sengatan lipan (kelabang) yang mengakibatkan bengkak.Setelah ditemukan korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kembang untuk dilakukan visum. Dokter Puskesmas Kembang dr Aditya Nugroho, yang melakukan pemeriksaan menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.Diduga, korban meninggal karena mengalami kedinginan karena kehujanan. Selain itu kemungkinan korban juga mengalami kelelahan karena usianya yang sudah lanjut. Selanjutnya korban dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.“Jadi tadi juga sudah dicek di Puskesmas Kembang. Tidak ada tanda-tanda ada kekerasan pada korban. Setelah dipastikan, jenasahnya dikembalikan ke pihak keluarga,” pungkasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler