Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setelah dikoordinasikan dan dikomunikasikan, dipastikan mayat tersebut adalah warga Kudus, yang hanyut di Sungai Tunggul, Desa Papringan, Kaliwungu, Kudus, Minggu (12/1/2020) lalu.

Menurut petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara M Zaenudin, kerja bakti yang digelar warga merupakan acara yang sudah diagendakan sepekan lalu. Karena banyak tumbuhan enceng gondok serta sampah yang tersangkut dan membuat aliran sungai tersendat.

Kerja bakti tersebut diarahkan untuk melancarkan aliran sungai, karena debit air sudah semakin banyak. Pada saat dilakukan pembersihan tanaman enceng gondok, di bawah Jembatan Welahan, tiba-tiba muncul sesosok mayat.

Kondisi mayatnya sudah rusak, karena terendam air. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan segera dikoordinasikan penanganannya.

Koordinasi dan komunikasi akhirnya menunjukan titik terang. Mayat yang ditemukan akhirnya terindentifikasi sebagai korban hanyut pada kejadian di Kudus.

Identitas korban diketahui bernama Kariono (65) warga Dukuh Cabean, Desa Papringan, Kaliwungu, Kudus. Sejak Minggu (12/1/2020) Kariono dilaporkan hanyut saat beraktivitas di Sungai Tunggul.

“Karena kebetulan dalam kerja bakti tersebut ada beberapa relawan SAR, akhirnya penemuan ini langsung dikomunikasikan. Hasilnya memang korban adalah warga Kudus, yang hanyut beberapa hari lalu. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan dari Jepara dan Kudus memang tengah mencari keberadaan korban ini,” ujarnya.
“Karena kebetulan dalam kerja bakti tersebut ada beberapa relawan SAR, akhirnya penemuan ini langsung dikomunikasikan. Hasilnya memang korban adalah warga Kudus, yang hanyut beberapa hari lalu. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan dari Jepara dan Kudus memang tengah mencari keberadaan korban ini,” ujarnya.Baca: Hilang Lima Hari, Warga Papringan Kudus Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan WelahanBeberapa elemen SAR, seperti Basarnas Jepara, BPBD Jepara, Polsek Welahan, Koramil Welahan, Tim Gabungan Jepara dan Kudus, akhirnya melakukan upaya evakuasi. Korban akhirnya berhasil diangkat dari sungai, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Welahan.Setelah itu, oleh tim dari Kudus yang datang ke lokasi, mayat korban kemudian dibawa ke Kudus, untuk dikembalikan ke pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim Gabungan Jepara dan Kudus, dinyatakan selesai.“Jadi, setelah gerumbul enceng gondok dibersihkan, sesaat kemudian mayat korban timbul  dan mengambang di permukaan air sungai. Kemunculannya di antara sampah dan tanaman enceng gondok,” terangnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler