Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Faktor keamanan dan kondusifitas wilayah disebut menjadi faktor pendukung keberhasilan itu.

Menurut Asisten I Sekda Jepara Mulyaji, menyebut keamanan dan kondusifitas yang baik di Jepara membuat iklim investasi tumbuh baik.

Investor banyak yang masuk dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jepara. Dampaknya perekonomian masyarakat terdongkrak.

Selanjutnya ada faktor pariwisata juga menjadi faktor penting. Menggeliatnya dunia pariwisata Jepara berdampak pada meningkatnya perekonomian Jepara.

Ada banyak objek wisata yang dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat dan memberi dampak ekonomi bagus. Sektor ini juga berdampak pada dunia UMKM dan menggerakan perekonomian juga.

“Angka kemiskinan Kabupaten Jepara, saat ini angkanya mencapai 6,66 persen dari total penduduk sebanyak 1,2 juta jiwa. Dengan angka ini Jepara menempati posisi ke-4 dengan angka kemiskinan paling sedikit se-Jawa Tengah,” ujar Mulyaji, Jumat (17/1/2020).
“Angka kemiskinan Kabupaten Jepara, saat ini angkanya mencapai 6,66 persen dari total penduduk sebanyak 1,2 juta jiwa. Dengan angka ini Jepara menempati posisi ke-4 dengan angka kemiskinan paling sedikit se-Jawa Tengah,” ujar Mulyaji, Jumat (17/1/2020).Sejak 2014 angka kemiskinan di Kabupaten Jepara, selalu mengalami penurunan. Pada 2014 angkanya mencapai 8,55 persen dan berubah menjadi 8,5 persen pada 2015. Angka ini kemudian menurun lagi pada tahun 2016 menjadi 8,35 persen.Memasuki tahun 2017, Jepara menyisakan angka kemiskinan kemiskinan sebesar 8,12 persen atau sebanyak kurang lebih 98 ribu jiwa.Masuk ke tahun 2018 angka tersebut disebutkan tergerus menjadi hanya 7 persen atau setara 84 ribu jiwa. Terakhir pada 2019 angka kemiskinan Jepara menurun menjadi 6,66 persen. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler