Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Nama ‘Obor’ dipilih sesuai dengan salah satu tradisi masyarakat Tegalsambi yang sudah terkenal dan sudah menjadi salah satu agenda wisata Jepara. Tradisi Perang Obor menginspirasi warga untuk dijadikan sebagai nama Pokdarwis mereka.

Petinggi Desa Tahunan, Agus Santoso melalui Surat Keputusan Petinggi Tegalsambi Nomor 2 2020, mengukuhkan lembaga desa ini, pada Minggu (26/1/2020) malam. Pihaknya berharap, lembaga ini bisa benar-benar berperan aktif untuk bisa mengembangkan potensi wisata yang ada di Tegal Sambi.

“Usaha mengembangkan pariwisata di Tegal Sambi harus dilakukan dengan serius melalui lembaga ini. Pokdarwis Obor harus bisa menggali potensi desa wisata secara menyeluruh, tidak sekedar satu destinasi wisata saja. Selain itu juga harus bisa menyebarkan budaya sadar wisata ke seluruh masyarakat,” ujar Agus Santoso, Senin (27/1/2020).

Desa Tegalsambi sendiri saat ini mempunyai beberapa potensi wisata yang sudah mulai dikembangkan. Di antaranya adalah wisata budaya Perang Obor yang sejauh ini sudah menjadi brand image Tegalsambi. Selain itu juga ada potensi wisata pantai di Pantai Tegalsambi serta wisata kuliner kintelan.

[caption id="attachment_181225" align="alignnone" width="1280"] Kelompok Pokdarwis Obor warga Desa Tegalsambi berfoto bersama usai pembentukan. (MURIANEWS/Budi Erje)[/caption]

Selain itu, ada juga desain batik obor, kursi gajah dan destinasi wisata religi. Potensi-potensi ini diharapkan bisa digali lebih jauh lagi, sehingga bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa.

Sementara itu, pembina Pokdarwis Obor Zakariya Anshori berharap lembaga ini bisa berpikir kreatif, out of the box dan menciptakan produk yang khas Tegalsambi. Produk souvenir, gantungan kunci, kaus maupun produk industri kreatif lainnya, sangat potensial dikembangkan.
Sementara itu, pembina Pokdarwis Obor Zakariya Anshori berharap lembaga ini bisa berpikir kreatif, out of the box dan menciptakan produk yang khas Tegalsambi. Produk souvenir, gantungan kunci, kaus maupun produk industri kreatif lainnya, sangat potensial dikembangkan.Tradisi Perang Obor yang saat ini sudah menjadi Brand, menurutnya menjadi salah satu modal penting yang bisa digunakan untuk memicu pengembangan pariwisata di Tegal Sambi. Perang Obor harus dieksplore untuk menarik potensi lain agar bisa berkembang."Kita harus berpikir kewilayahan dengan mengintegrasikan pengembangan desa wisata bersama desa sekitar, seperti Mantingan dan Teluk Awur", ujar Zakariya Ansori, Senin (27/1/2020).Di sisi lain, Ketua Pokdarwis Obor Arif Rohman menyatakan kesiapan pengurusnya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam memajukan desa. Dalam hal ini memang dibutuhkan komitmen yang kuat dari pengurus Pokdarwis, pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat agar Tegalsambi makin dikenal luas.Pada bagian lain, Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Tegalsambi, Purnomo mengharapkan tanggung jawab dan kontinuitas pengurus pokdarwis. Diharapkan tidak hanya sekedar ‘hangat-hangat tahi ayam’. Namun harus konsisten dan istiqomah agar bernilai ibadah. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler