Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Akibatnya, saat ombak besar sampah-sampah tersebut terdampar dan membuat pantai kumuh. Selain menggangu pemandangan, wisatawan juga dikhawatirkan enggan mampir untuk berekreasi di pantai jepara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Elida Farikha mengatakan, saat ini usaha untuk membersihkan sampah sudah dimulai. Ia pun berharap masyarakat bisa ambil bagian untuk bersih-bersih. Apalagi DLH siap memfasilitasi pengangkutan sampah untuk dibawa ke TPA.

Sejauh ini sampah-sampah yang ada beberapa pantai Jepara jumlahnya sudah mencapai puluhan ton. Dari beberapa kegiatan pembersihan yang dilakukan, sampah yang berhasil diambil mencapai bahkan mencapai 20 truk lebih. Jumlah ini dipastikan masih akan terus bertambah, karena musim hujan masih berlangsung.

[caption id="attachment_181366" align="alignnone" width="1280"] Angota Kodim 0719/Jepara bersama warga membersihkan sampah yang merusak keindahan pantai di Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)[/caption]

“Sampah di pantai-pantai sudah mulai banyak. Dari beberapa pantai seperti Bandengan, Bondo, Pailus, Teluk Awur, sudah ada 20 truk lebih sampah yang diangkut,” ujar Elida Farikha, Selasa (28/1/2020).

Sebelumnya, jajaran Anggota Kodim 0719 Jepara bersama Komunitas Silahturahmi Mahasiswa Jepara di Jakarta (Simaharaja) sudah melakukan Beach Clean Up di sepanjang Pantai Bandengan Jepara. Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Simaharaja ini juga melibatkan DLH Jepara, Disparbud Jepara, Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang, dan sejumlah elemen lainnya.Komandan Kodim (Dandim) 0719 Jepara Letkol Suharyanto menegaskan, kegiatan bersih-bersih  pantai sangat dibutuhkan pada saat sekarang ini. Beberapa pantai di wilayah Jepara mulai kedatangan sampah dan perlu mendapatkan perhatian.“Kami bagian dari Tentara Nasional Indonesia akan selalu siap untuk mengerahkan personel untuk kegiatan semacam ini. Saya kira ini sangat baik dan dibutuhkan untuk menjaga asset wisata khususnya pantai di Jepara,” tandasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler