Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Adalah para mahasiswa KKN Undip (Universitas Diponegoro) Semarang, yang mengenalkan ecobrik ini kepada mereka. Kegiatan ini dilakukan Selasa (28/1/2020) di halaman sekolah mereka. Puluhan siswa SD 4 Bakalan dengan penuh minat mengikuti kegiatan ini.

Awwalina Alizza Maharani, mahasiswa peserta KKN Undip mengatakan, sebelumnya ada sebuah sosialisasi mengenai rasa cinta terhadap lingkungan kepada para siswa. Materi ini tentu saja disampaikan dengan cara yang sesuai untuk mereka. Setelah memahami, siswa kemudian diajak mencari sampah-sampah di sekitar lingkungan sekolah mereka.

Pemilahan atas sampah yang dikumpulkan kemudian dilakukan untuk menentukan ecobrik yang bisa diterapkan. Setelah itu barulah dilakukan praktik ecobrik, dengan menggunakan sampah yang sudah dipilah-pilah tadi.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa, para guru dan karyawan. Setelah dilakukan pemilahan, sampah plastik bungkus jajanan kami kumpulkan dan dilakukan pengolahan menjadi ecobrik,” ujarnya, Selasa (28/1/2020).

[caption id="attachment_181394" align="alignnone" width="1280"] Para siswa SD Negeri 4 Bakalan, Kalinyamatan diajari cara mengolah sampah jadi benda berguna. (MURIANEWS/Budi Erje)[/caption]

Ecobrik ini difungsikan sebagai pengganti bata yang ramah lingkungan (eco friendly). Dengan menggunakan botol plastik bekas, kemduian diisi dengan sampah plastik hingga padat dan keras, ecobrik bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Jika disusun dan dibuat bentuk-bentuk tertentu, maka ecobrik bisa bermanfaat.

Dengan ecobrik bisa dibuat meja, kursi, hingga berbagai macam hiasan rumah. Sifatnya yang awet dan mudah dirkonstruksi ulang atau dibongkar pasang, membuat ecobrik bisa dirubah-rubah sesuai dengan keinginan.“Ecobrik mampu memberikan manfaat baru bagi limbah plastik. Sampah ini diperangkap dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, atau menumpuk di TPA. Bisa bermanfaat,” tambahnya.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida memberikan apresiasi kegiatan tersebut. Sampah plastik sebenarnya bisa didaur ulang, hanya saja kebiasaan masyarakat tidak mau memilah sampah plastik dan organik. Akibatnya sampah plastik menjadi kotor dan tidak dapat diproses lagi.“Situasinya memang seperti itu. Jika masyarakat mau memilah maka sampah plastik bisa didaur ulang. Kesadaran ini harus terus ditumbuhkan,” ujarnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler