Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kejadian ini berlangsung setelah hujan deras sejak pukul 10.30 WIB hingga 15.00 WIB. Ketinggian air yang menutupi Jalan Raya Kembang-Bangsri mencapai ketinggian antara 30-40 sentimeter.

Tak hanya itu, sepeda motor dan mobik kecil tidak berani menerjang genangan air yang muncul. Genangan yang terjadi dimulai dari Taman Kembang hingga jembatan Jinggotan, di sebelah selatan SMA I Kembang.

Kapolsek Kembang AKP Usman Jumaidi menyatakan, banjir yang terjadi disebabkan karena banyak saluran air yang tersumbat. Sehingga air hujan yang jatuh tidak bisa langsung masik ke saluran pembuangan.

“Banjir yang terjadi memang sempat menimbulkan kaget warga masyarakat. Sebab baru pertama kali ini kejadian seperti ini terjadi. Ada beberapa sumbatan ke saluran drainase hingga membuat air sangat tinggi menggenang di jalan raya,” ujar Kapolsek AKP Usman Jumaidi, Selasa (4/2/2020).

Menjelang petang, air yang menggenang akhirnya surut dan bisa dialirkan ke saluran pembuangan. Warga dan sejumlah pihak sempat melakukan kerja bakti untuk menormalisasi lubang pembuangan yang tersumbat.

Dari kejadian tersebut diketahui ada beberapa titik tersumbatnya lubang pembuangan. Di antaranya di depan Lapangan Kembang, depan Ruko di Pertigaan ke arah Desa Kancilan. Warga dan sejumlah elemen masyarakat akhirnya berhasil membersihkan sumbatan.

“Dari warga juga menyatakan, salah satu penyebab terjadinya banjir setiap terjadi hujan di depan kecamatan kembang dan sekitarnya, itu karena tertutupnya lubang pembuangan ke Kali. Air yang tumpah di jalanan akhirnya menggenang hingga tinggi,” tambah AKP Usman Jumaidi.Selain jalan raya Kembang air juga memenuhi sebagian wilayah Bangsri, tepatnya di depan Koramil Bangsri. Air hujan yang turun dalam kapasitas besar, membuat selokan menjadi limpas. Air limpasan kemudian menggenangi jalan raya dalam ketinggian sekitar 10-20 sentimeter.Banjir di Bangsri sejauh ini juga belum pernah terjadi sebelumnya. Kejadian ini membuat masyarakat di sekitar lokasi kejadian kaget.Banjir lainnya juga terjadi di Dukuh Krajan, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara. Sugai Krajan yang mengalir di desa tersebut tidak mampu menampung debit air. Sehingga air melimpas menggenangi jalan raya Tubanan dan areal persawahan. Sampai sekitar jam 16.50 WIB, air akhirnya surut. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News