Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lina salah satu konsultan rencana pembangunan TBJ mengatakan, TBJ ini akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare. Dari luasan itu, ada sejumlah fasilitas yang akan dibangun dalam proyek tersebut. Di antaranya akan dibangun gedung pertunjukan berbentuk pendapa megah seluas 60 x 65 meter persegi. Kemudian gedung galeri berukuran 40 x 40 meter persegi.

Di luar itu masih ada fasilitas pertunjukan out dor dengan kapasitas 1.500 orang, juga taman dan fasilitas Pasar Seni. Rumah ibadat dari beberapa agama juga dibangun di kawasan ini nantinya. Tidak ketinggalan nantinya akan beberapa kantong parkir yang bisa memuat 600 sepeda motor, 100 mobil dan 10 bus besar.

”Semua fasilitas ini kami rangkum dalam sebuah rencana master plan, setelah mendegarkan masukan-masukan dan konsep yang disampaikan mengenai keberadaan Taman Budaya Jepara ini. Kami paparkan di sini untuk mendapatkan masukan-masukan lagi untuk penyempurnaan,” ujar Lina, Konsultan Rencana Pembangunan TBJ ini, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga:

Dari kalangan seniman budayawan Jepara, dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa masukan. Sebagian besar menyatakan masih belum sepakat dengan tata letak gedung-gedung yang sudah direncanakan. Termasuk mengenai masalah pintu masuk, mereka berharap tetap mengedepankan nilai-nilai filosofis yang ada di Jepara.”Kami kira rencana masterplan ini masih perlu dibahas lebih lanjut. Ada banyak hal yang perlu diperdalam untuk menyesuaikan dengan konsep awal yang diusung. Sehingga fasilitas yang dibangun nantinya sesuai dengan konsepnya,” ujar salah seorang seniman, dalam kesempatan itu.Sementara itu, Sekretaris DKJ (Dewan Kesenian Jepara) Rhoby Shani menegaskan, secara kelembagaan DKJ sejauh ini tidak pernah terlibat langsung dalam proses ini. Jika ada yang menyebut bahwa rencana pembangunan TBJ ini berawal dari usulan kalangan seniman, pihaknya tidak bisa menyatakan bahwa itu diusulkan oleh DKJ.”Bisa jadi hiya usulan ini berawal dari kalangan seniman. Tapi harus saya sampaikan juga, kalau secara kelembagaan DKJ yang menaungi para seniman di Jepara tidak pernah membahas secara resmi soal ini. Tapi ya nggak masalah, ini gagasan baik dan mudah-mudahan bisa terwujud dan memberi manfaat bagi semua,” ujarnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler