Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara M Zaenudin laporan ini sudah masuk ke BPBD dan pihak terkait lainnya. Selanjutnya, Tim Gabungan dari berbagai elemen sudah melakukan operasi pencarian sejak Minggu (8/3/2020) siang.

Sampai berita ini diunggah, identitas korban yang hilang belum diketahui. BPBD Jepara masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah pihak. Namun dari sepeda motor yang ditinggalkan korban diperoleh nama Chanafi, beralamat di Troso, Pecangaan, Jepara. Sedangkan sepeda motor tersebut bernopol K 3830 WC.

"Identitas korban sampai saat ini masih ditelusuri. Dari nopol sepeda motor yang dibawa korban sudah ada nama yang diperoleh. Namun sampai saat ini masih kami telisik lebih lanjut," ujar M Zainudin.

Korban terpeleset dan jatuh dari jembatan SWD 1, pertama kali diketahui oleh Edi Suliyanto dan Nurul Fajriah, keduanya warga Bugo, Welahan. Laki-laki yang terjatuh tersebut diperkirakan berumur kurang lebih 35 tahun. Sedangkan ciri-ciri fisiknya memiliki rambut keriting.

Menurut para saksi mata, korban diketahui tidak membawa peralatan pancing atau peralatan mencari ikan lainnya. Saksi melihat korban berada di tepi jembatan, sebelum kemudian terpeleset lalu jatuh kedalam sungai SWD 1 Welahan.

"Para saksi menyebutkan korban sempat meminta tolong dari dalam sungai sebanyak dua kali setelah itu korban tidak terlihat lagi. Arus sungai yang sedang deras diduga menghanyutkan korban," tambah M Zaenuddin.
"Para saksi menyebutkan korban sempat meminta tolong dari dalam sungai sebanyak dua kali setelah itu korban tidak terlihat lagi. Arus sungai yang sedang deras diduga menghanyutkan korban," tambah M Zaenuddin.Baca Juga: Pengendara Motor yang Hilang di SWD1 Ternyata Orang Welahan, Ini IdentitasnyaUsaha pencarian akhirnya dilakukan oleh BPBD Jepara bersama sejumlah pihak. Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Jepara, Polsek Welahan, Koramil Welahan, Basarnas Jepara dan potensi SAR yang ada sudah melakukan upaya pencarian.Dengan menggunakan dua buah perahu Polytellin dan Satu perahu karet, usaha pencarian dilakukan. Titik hilangnya korban di Jembatan SWD 1 menjadi titik awal pencarian. Kemudian tim bergerak ke arah muara sesuai aliran air sungai. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler