Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Manajer Umum Kantor PT Pos Cabang Jepara Lardi menyatakan, sikap waspada dan hati-hati memang sudah dilakukan pihaknya sejak Maret, menyusul merebaknya wabah corona. Kiriman paket barang atau surat dari luar negeri selalu mendapatkan perhatian dalam penanganannya.

Untuk berjaga-jaga, saat ini para petugasnya sudah bekerja dengan dilengkapi masker. Selain itu pihaknya juga menyediakan cairan antiseptic bagi para petugas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun kemungkinan penyebaran virus tersebut sangat kecil melalui barang-barang yang dikirim, namun pihaknya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Sebenarnya ya memang tidak perlu kuatir. Sebab barang-barang ini kan pasti sudah melalui proses pencegahan kemungkinan terpapar virus corona. Tapi untuk kenyamanan, kewaspadaan dan kehati-hatian kami memutuskan untuk lebih prefentif saja,” ujar Lardi, Selasa (10/3/2020).

[caption id="attachment_184193" align="alignleft" width="960"] Petugas Kantor Pos Jepara menata barang-barang kiriman pelanggan. (MURIANEWS/Budi Erje)[/caption]

Dikatakan oleh Lardi, sampai saat ini kiriman paket, baik barang maupun dokumen surat dari luar negeri masih banyak di kantornya. Barang-barang dari Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura, yang merupakan negara-negara yang terjangkit corona, masih banyak dikirim melalui PT Pos Cabang Jepara.

Sedangkan untuk barang-barang dari Jepara yang dikirim ke negara-negara endimik corona, saat ini sudah tidak banyak. Sempat kiriman berupa masker, banyak dikirim ke negara-negara yang tertular corona. Pengiriman dilakukan oleh masyarakat yang kebetulan memiliki saudara yang berada di negara-negara yang sudah terjangkit corona.
Sedangkan untuk barang-barang dari Jepara yang dikirim ke negara-negara endimik corona, saat ini sudah tidak banyak. Sempat kiriman berupa masker, banyak dikirim ke negara-negara yang tertular corona. Pengiriman dilakukan oleh masyarakat yang kebetulan memiliki saudara yang berada di negara-negara yang sudah terjangkit corona.“Sebelum Maret, ada banyak masker yang dikirim ke Malaysia, Singapura, dan China. Waktu itu belum ada larangan. Kan di Jepara banyak warganya yang menjadi tenaga kerja asing. Mungkin saat itu masker sangat dibutuhkan di tempat mereka bekerja. Dan pihak keluarga yang di Jepara kemudian mengirimkannya, karena disana sudah sulit mendapatkannya,” tambah Lardi.Saat ini pengiriman paket masker ke luar negeri memang sudah dilarang. Sehingga pengiriman masker ke luar negeri yang dilakukan warga Jepara, sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada, jika jumlahnya mencurigakan pasti akan tertahan di pintu-pintu keluar negara.“Jadi petugas-petugas yang bersinggungan langsung dengan barang-barang dari luar negeri, terutama negara-negara yang saat ini terjangkit parah oleh corona, tentu tetap harus hati-hati. Kami sekali lagi hanya memastikan saja, agar semua lebih waspada. Gitu saja sebenarnya,” pungkas Lardi. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler