Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sampai saat ini sudah ada satu warga Jepara yang sebelumnnya dirujuk RS Rehata, Kelet, Jepara masih dalam status ODP (Orang Dalam Pengawasan). Pasien yang diketahui merupakan salah satu pekerja di perusahaan modal asing, masih dirawat di ruang isolasi RSUD Loekmono Hadi, Kudus.

Sementara itu, Gugus Tugas Pencegahan Corona Kabupaten Jepara, sampai Selasa (17/3/2020) masih belum ada kejelasannya. Sebelumnya Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan tim tersebut akan segera dibentuk. Draf Gugus Tugas Pencegahan Corona, menurut Dian Kristiandi sudah ada, dan tinggal di-follow up.

Baca Juga:

Kabid Komunikasi di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jepara, Arif Darmawan menyatakan, Gugus Tugas ini yang akan mengampu adalah DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) Jepara. Sampai Senin (16/3/2020) sore, SK (Surat Keputusan) untuk Gugus Tugas ini menurutnya, tinggal menunggu tanda-tangan Plt. Bupati Jepara.
“Untuk SK Gugus Tugas Pencegahan Corona akan diampu oleh DKK Jepara. Informasi kemarin sudah diproses dan tinggal menunggu tanda tangan Plt. Bupati Jepara. Untuk perkembangan hari ini saya belum bisa saya monitor progresnya,” ujar Arif Darmawan, Selasa (17/3/2020).Sementara itu Direktur RSUD Rehata, Kelet, Jepara, Widyo Kunto menyatakan, sesuai dengan intruksi Gubernur Jawa Tengah, pihaknya sudah membuka posko pelayanan. Substansinya adalah untuk memberikan edukasi dan screening symptom pasien corona. Jika ada yang mengarah ke pasien corona maka pihaknya akan mengirimnya ke RS rujukan yang telah ditunjuk.“Kami hanya membuka posko pelayanan. Karena kemampuan kami memang baru sebatas itu. Kami tidak memiliki alat laboratorium yang bisa digunakan untuk memastikan seseorang terjangkit corona. Jadi kami hanya akan memberikan rujukan ke RS rujukan yang sudah ditunjuk,” ujar Widyo Kunto. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler