Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Edy Marwoto menyatakan, sampai sejauh ini ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) masih cukup. Di beberapa komuditas memang ada fluktuasi harga. Namun demikian semua masih dalam batas normal.

Pemkab Jepara dalam hal ini masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan perekonomian di Jepara terus berjalan. Fokus pada hari-hari ini , Bagian Perekonomian Jepara bersama TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), serta Satgas Pangan Kabupaten Jepara Jepara adalah menjaga ketersediaan dan lonjakan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Langkah-langkah yang dilakukan adalah selalu memastikan dan menjaga alur distribusi barang. Sehingga tidak terjadi praktik penimbunan yang bisa menimbulkan lonjakan harga. Semua masih terus kami laksanakan ditengah situasi saat ini,” ujar Edy Marwoto, Rabu (25/3/2020).

Khusus menghadapi berbagai kemungkinan di tengah issu corona yang saat ini berhembus kuat, Bagian Perekonomian Setda Jepara juga sudah menyiapkan beberapa opsi. Semua diarahkan untuk memberikan daya dukung bagi perekonomian di Jepara.

Opsi-opsi tersebut diantaranya adalah menyiapkan stok cukup untuk Kepokmas terutama di Gudang Bulog. Kemudian secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi dengan melakukan pantuan harga setiap hari. Sehingga dari fluktuasi harga bisa dianalisa mengenai kemungkinan terjadinya praktik penimbunan.

“Opsi yang lainnya adalah melakukan operasi pasar jika memang terjadi kelangkaan atau terjadi harga tinggi di sebuah komunitas barang. Langkah-langkah ini akan dilakukan untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi,” tambah Edi Marwoto.Dari pantauan yang dilakukan hingga saat ini, perekonomian di Jepara masih terkendali. Belum dijumpai lonjakan harga komuditas terjadi di pasaran. Kalaupun ada fluktuasi harga, sifatnya masih sangat normal dan masih bisa ditoleransi.Masyarakat di Jepara juga masih bisa mendapatkan kebutuhan pokok, dengan harga yang normal. Barang-barang kebutuhan pokok juga masih tersedia dalam jumlah cukup. Kalaupun ada kenaikan harga yang agak diluar kendali adalah barang-barang yang berkait dengan masalah corona. Seperti Hands Sanitizer dan masker memang agak sulit didapatkan, karena permintaan barang jenis ini tengah tinggi. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler