Pandemi Corona, Peringatan Hari Jadi Jepara Digelar Sederhana
Budi Santoso
Rabu, 8 April 2020 15:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Meski begitu, ada beberapa prosesi yang masih dilakukan. Di antaranya adalah tradisi ziarah ke makam Sultan Haldirin dan Ratu Kalinyamat di kompleks Masjid Mantingan, Jepara. Plt Bupati Jepara dan pejabat Forkopinda Jepara, Rabu (8/4/2020) pun ziarah ke beberapa makam tokoh pendahulu Kabupaten Jepara.
Mulai dari makam Mbah Panggang, makam Pangeran Syarif, dan makam Citrosoema 2 di Pemakaman Gedong Bapangan, kemudian makam Citrosoema di Sendang, Kalinyamatan, dan makam Mantingan, diziarahi para pejabat Jepara. Sedangkan pada kesempatan terakhirPenutupnya di makam Mbah Daeng, Krapyak, Tahunan.
”Puncak peringatan hari jadi biasanya, kan, tanggal 10 April dengan upacara di alun-alun dengan sejumlah kegiatan penyerta yang dihadiri banyak masyarakat. Untuk tahun ini, tanggal 10 malah sudah tidak ada kegiatan. Sudah diawali hari ini dengan prosesi ziarah, lalu akan berakhir besok dengan prosesi buka luwur makan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat di Mantingan,” kata Plt Kepala Diskominfo Mulyaji, Rabu (8/4/2020).
Di sejumlah makam tersebut para pejabat Forkopinda Jepara memanjatkan doa dan menaburkan bunga di atas pusara para tokoh Jepara tersebut. Selanjutnya acara peringatan Hari Jadi Jepara ke-471 tahun 2020 akan ditutup dengan acara tradisi ‘Buka Luwur’ makam Sultan Haldirin dan Ratu Kalinyamat.
Namun berbeda dengan yang dilakukan pada tahun lalu, tradisi buka luwur ini hanya diikuti oleh kalangan terbatas saja. Arak-arakan yang biasanya akan digeber mulai Pendopo Kabupaten Jepara hingga ke Masjid Mantingan, ditiadakan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



