Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pihak keluarga pasien, beberapa kali menyampaikan statemen yang justru membingungkan masyarakat. Untuk itu, Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali meminta agar hal ini tidak diteruskan.

Baca: Beri Klarifikasi, Pemilik Akun Carisha Carisha Minta Maaf

Imam Zusdi Ghozali yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Corona Jepara menjelaskan, apa yang disampaikan oleh pihak keluarga korban justru menjadi kontra produktif dengan upaya penanganan yang sedang dilakukan.

Pihaknya juga menyesalkan, dalam statemen-statemen dalam akun tersebut akhirnya menjadi viral dan membuat masyarakat terlibat dalam polemik. Polemik ini pada akhirnya menimbulkan persoalan tersendiri dalam upaya penanganan yang dilakukan.

Baca: Satu Lagi Warga Jepara Positif Covid-19, Semula Dikira DBD

Padahal penanganan Covid-19 membutuhkan peran semua pihak, dengan visi dan misi yang sama.

“Sudahlah hentikan polemik ini. Saya minta pihak keluarga tidak lagi menyampaikan statemen-statemen yang membingungkan masyarakat. Kalau ada yang kurang jelas langsung tanya ke pihak terkait atau tim gugus tugas. Jangan malah lapor ke media sosial,” ujar Imam Ghozali, Sabtu (11/4/2020).

Baca: DKK Masih Lakukan Tracking Kasus Covid-19 di Krapyak Jepara

Imam Ghozali juga mengaku tersinggung, dengan apa statemen pihak keluarga yang sudah tersebar. Karena dari sebaran di medsos tersebut pihak keluarga menyebut akan melakukan upaya hukum, dan menilai beberapa pihak melakukan hoaks melalui media-media. Dalam hal ini juga termasuk Pemkab Jepara.Bahkan terkait masalah ini, Imam Ghozali sudah mendatangi Polres Jepara untuk menyampaikan aduan terkait hal ini. Saat diterima di Kantor SPK Polres Jepara, Imam Ghozali dengan tegas menyampaikan aduan terhadap akun FB atas nama Carisha Carisha. Pihaknya berharap ada tindakan tegas bisa dilakukan berkaitan hal ini.“Saya minta akun FB atas nama Carisha Carisha ini bisa memberikan klarifikasi secara terbuka dan meminta maaf kepada semua pihak. Sehingga masalah ini clear dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tegas Imam Zusdi Ghozali, di Mapolres Jepara.Baca: Dua Warganya Positif Corona, Plt Bupati Jepara: Harus Jujur saat Ditracking PetugasSampai Sabtu (11/4/2020), Tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, masih terus melakukan tracking terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus Covid-19 di Desa Krapyak. Proses tracking dilakukan di beberapa tempat yang diduga berkaitan dengan potensi menularnya virus ini.Secara resmi Pemkab Jepara juga menyatakan, sampai saat ini ada dua orang warga Jepara yang dipastikan positif Covid-19. Satu orang meninggal di Kelet dan yang terakhir adalah warga Desa Krapyak, Tahunan. Terkait kasus terakhir, sejumlah orang sudah diminta melakukan isolasi mandiri. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler