Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Termasuk terhadap kemungkinan dilakukannya pemakaman jenazah pasien corona, diharapkan tidak ada polemik di masyarakat Jepara.

Peryataan ini disampaikan dalam pencanangan Desa Siaga Covid-19 Desa Mulyoharjo, di Balai Desa Mulyoharjo, Minggu (12/4/2020). Pihaknya meminta masyarakat Jepara tidak berpikir sempit terhadap masalah pemakaman korban Covid-19.

“Saya minta tidak ada lagi penolakan terhadap sebuah pemakaman korban Covid-19. Semua sudah ada prosedurnya, dan tidak akan menimbulkan masalah. Jadi percaya saja dengan pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya tidak ingin kejadian tragis yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah terulang lagi.

Kejadian tersebut tentu sangat menyedihkan dan sangat ironis. Sehingga tidak perlu lagi terulang di Jepara.

Kapolres Jepara juga meminta untuk kegiatan keagamaan juga bisa dilaksanakan dengan menyesuaikan situasi.

Jika memang berkenan sebaiknya memang mengikuti imbauan pemerintah. Seperti kegiatan salat Jumat, jika memang tidak memungkinkan bisa diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.

“Kalau menghendaki berjemaah di masjid, ya tentunya harus dilakukan dengan seksama dan benar-benar memperhitungkan masalah keamanan dan kesehatan. Harus berjarak, tidak menggunakan karpet, mengenakan masker dan harus disediakan fasilitas sanitasi tangan,” ujarnya.
“Kalau menghendaki berjemaah di masjid, ya tentunya harus dilakukan dengan seksama dan benar-benar memperhitungkan masalah keamanan dan kesehatan. Harus berjarak, tidak menggunakan karpet, mengenakan masker dan harus disediakan fasilitas sanitasi tangan,” ujarnya.Sementara itu, acara pencanangan Desa Siaga Covid-19 di Mulyoharjo sendiri diikuti oleh sekelompok warga. Kegiatan ini ditandai dengan pemasangan beberapa fasilitas sanitasi, penyemprotan disinfektan, pembagian masker ke masyarakat dan kegiatan sosialisasi.Polres Jepara sendiri memberikan bantuan masker, cairan disinfektan, alat penyemprot dan fasilitas sanitasi tangan.Kegiatan ini diharapkan bisa memberi motivasi dan stimulus agar masyarakat bisa mandiri dalam melakukan upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan masing-masing.Petinggi Mulyoharjo, Jupriyanto menyatakan sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan Polres Jepara. Pihaknya akan terus melaksanakan upaya-upaya pencegahan Covid-19 bersama Gugus Tugas Desa yang sudah dibentuk.“Untuk kegiatan ini kami melibatkan Karang Taruna dan seluruh potensi masyarakat yang ada. Kami berharap, corona ini bisa segera berlalu dan kembali normal,” pungkasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler