Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru bicara Tim GTPP Covid 19 Jepara, dr Fakhruddin menyatakan pihaknya sudah mendapatkan hasil swab terhadap orang tersebut. Sehingga dengan demikian untuk jumlah kasus positif corona di Jepara masih tetap tiga orang.

Ketiga orang yang positif tersebut satu orang dari Kelet (meninggal) satu warga Krapyak, Tahunan (masih dirawat) dan warga Blimbing Rejo, Nalumsari (masih dirawat).

Baca: Hasil Tracking Pasien Corona Jepara: Satu Orang Positif Covid-19

Fakhrudin juga menyatakan, untuk kasus Welahan dipastikan tidak ada kasus positif. Kekeliruan yang terjadi karena kesalahan dalam pengiriman notifikasi kasus covid ke DKK Jepara, sudah dikoreksi. Kasus itu terjadi di Kabupaten Batang.

”Karena nama desanya sama, sempat terjadi kesalahan dalam penyampaian notifikasinya. Sekarang sudah diklarifikasi dan untuk kasus di Welahan belum ada. Selanjutnya kami fokus untuk melakukan penanganan terhadap kasus yang di Kelet, Krapyak dan Blimbingrejo,” ujar dr Fakhrudin , Selasa (14/4/2020).

Untuk warga Kelet yang diketahui negatif, semula merupakan bagian dari hasil tracking yang dilakukan menyusul meninggalnya salah satu warga Kelet. Setelah sempat terdeteksi melalui rapid test, akhirnya dilakukan swab dan hasilnya negatif.
Untuk warga Kelet yang diketahui negatif, semula merupakan bagian dari hasil tracking yang dilakukan menyusul meninggalnya salah satu warga Kelet. Setelah sempat terdeteksi melalui rapid test, akhirnya dilakukan swab dan hasilnya negatif.Baca: Satu Warga Kelet Jepara Positif Covid-19, Meninggal di RS Columbia Asia SemarangTim GTPP Covid 19 Jepara sendiri sudah mendapatkan pasokan 320 alat rapid test, yang selanjutnya akan digunakan untuk sejumlah penanganan. Di antaranya adalah untuk menindaklanjuti hasil tracking yang dilakukan pada kasus Krapyak dan Blimbingrejo.”Kami terus melakukan upaya penanganan seiring dengan hasil tracking yang saat ini sudah ada. Rencananya sudah ada yang akan kami kenakan rapid test untuk mendapatkan gambaran awal,” tambah dr Fakhruddin. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler