Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski sudah ada 172 warga asli Karimun Jawa yang pulang mudik, reputasi wilayah ini sebagai yang belum tersentuh Covid-19 masih terjaga.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karimunjawa, Nor Sholeh menyatakan, akses pintu masuk Karimunjawa yang terbatas menjadi berkah bagi usaha penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Dengan keterbatasan akses, maka pihaknya masih bisa dengan tegas melakukan pengawasan warga yang keluar atau masuk Karimunjawa.

Sejak Covid-19 dinyatakan menyebar dan mewabah, maka Karimunjawa dengan cepat melakukan langkah antisipasi.

Pertama adalah melakukan pengawasan dan pembatasan aktivitas pelayaran. Langkah ini meliputi pengawasan terhadap penumpang kapal yang datang dan pergi ke Karimunjawa.

“Kami juga sudah menyiapkan tempat isolasi bagi pendatang yang berusaha tetap masuk ke Karimunjawa. Jadi mereka yang nekad datang karena berbagai urusan, kami isolasi di salah satu tempat yang sudah kami siapkan,” ujar Nor Sholeh, Minggu (27/4/2020).
“Kami juga sudah menyiapkan tempat isolasi bagi pendatang yang berusaha tetap masuk ke Karimunjawa. Jadi mereka yang nekad datang karena berbagai urusan, kami isolasi di salah satu tempat yang sudah kami siapkan,” ujar Nor Sholeh, Minggu (27/4/2020).Penanganan terhadap pelaku perjalanan, menurut Nor Sholeh juga menjadi salah satu hal penting dalam usaha pencegahan Covid-19 ke Karimunjawa. Setelah pariwisata dihentikan, maka pengawasan yang dilakukan menjadi semakin mudah dilaksanakan.Pengawasan mereka yang datang dan pergi ke Karimunjawa, menjadi bisa lebih intens dilaksanakan. Sehingga benar-benar bisa dipastikan yang masuk dak keluar adalah masyarakat Karimunjawa sendiri.“Kami juga mengurangi aktivitas warga di Karimunjawa, di samping terus menggugah kesadaran warga untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Para pedagang di pasar pun diminta untuk tidak lagi berbelanja langsung ke daratan Jepara,” tambah Nor Sholeh. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler