Imbasnya sejumlah kasus di daerah sampai saat ini masih belum bisa dipastikan hasilnya pemeriksaannya swabnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara dokter Fachruddin menyatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan sample swab atas beberapa kasus di Jepara.
Diakuinya, durasi waktu pemeriksaan swab saat ini menjadi lebih lama. Jika biasanya dalam tiga hari sudah bisa diketahui, saat ini menjadi bisa lebih dari tujuh hari.
Baca: Lagi PDP di Jepara Meninggal Dunia, Warga Pelang dan Sempat Dirawat Karena MiningitisMenurutnya, hal ini terjadi karena jumlah sample swab yang harus diperiksa di Laboratorium Salatiga ternyata jumlahnya ribuan. Sehingga terjadi antrean cukup banyak karena kemampuan laboratorium juga terbatas.
Dalam sehari untuk Laboratorium yang ada di Salatiga hanya mampu memproses maksimal 150 sampel. Namun yang antrean jumlahnya ribuan, sehingga kewalahan.
"Sejak dibuat zonasi dalam pemeriksaan sample swab, laboratorium di Salatiga mengalami penumpukan sample swab yang harus diperiksa. Pekan lalu, antreannya sampai 1200 sample," katanya
"Bahkan mulai tengah pekan lalu, untuk sample swab dari Jepara dialihkan ke Laboratorium RS Wongso Negoro, Tembalang. Pak Gubernur kabarnya akan mendorong 40 laboratorium yang ada di beberapa kabupaten untuk bisa melayani pemeriksaan swab,” imbuhnya.
Baca: Jadi Imam Musala, PDP Meninggal Asal Sowan Kidul Jepara Diperkirakan Kontak dengan Banyak Orang Dengan belum adanya hasil swab, menurut dr Fachruddin menimbulkan problem pada masalah pengambilan keputusan antara usaha perawatan dan tindakan terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan kasus-kasus yang ada.Jadi, sebelum ada hasil swab yang pasti, semua pasien yang dalam masa perawatan tetap akan dikenakan prosedur rawat terhadap suspek Covid-19. Sedangkan orang-orang yang berhubungan dengan kasus ini juga harus terus menjalani isolasi mandiri dengan penuh kedisiplinan."Tentu saja kami berharap hal ini tidak berlangsung lama. Kami berharap bisa segera ada hasil swabnya itu. Sehingga kami bisa segera menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan dari beberapa kasus yang sample swabnya kami kirim tersebut," tambahnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi
MURIANEWS, Jepara - Semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Tengah, menimbulkan antrean pada laboratorium pemeriksaan swab di Salatiga.
Imbasnya sejumlah kasus di daerah sampai saat ini masih belum bisa dipastikan hasilnya pemeriksaannya swabnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara dokter Fachruddin menyatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan sample swab atas beberapa kasus di Jepara.
Diakuinya, durasi waktu pemeriksaan swab saat ini menjadi lebih lama. Jika biasanya dalam tiga hari sudah bisa diketahui, saat ini menjadi bisa lebih dari tujuh hari.
Baca: Lagi PDP di Jepara Meninggal Dunia, Warga Pelang dan Sempat Dirawat Karena Miningitis
Menurutnya, hal ini terjadi karena jumlah sample swab yang harus diperiksa di Laboratorium Salatiga ternyata jumlahnya ribuan. Sehingga terjadi antrean cukup banyak karena kemampuan laboratorium juga terbatas.
Dalam sehari untuk Laboratorium yang ada di Salatiga hanya mampu memproses maksimal 150 sampel. Namun yang antrean jumlahnya ribuan, sehingga kewalahan.
"Sejak dibuat zonasi dalam pemeriksaan sample swab, laboratorium di Salatiga mengalami penumpukan sample swab yang harus diperiksa. Pekan lalu, antreannya sampai 1200 sample," katanya
"Bahkan mulai tengah pekan lalu, untuk sample swab dari Jepara dialihkan ke Laboratorium RS Wongso Negoro, Tembalang. Pak Gubernur kabarnya akan mendorong 40 laboratorium yang ada di beberapa kabupaten untuk bisa melayani pemeriksaan swab,” imbuhnya.
Baca: Jadi Imam Musala, PDP Meninggal Asal Sowan Kidul Jepara Diperkirakan Kontak dengan Banyak Orang
Dengan belum adanya hasil swab, menurut dr Fachruddin menimbulkan problem pada masalah pengambilan keputusan antara usaha perawatan dan tindakan terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan kasus-kasus yang ada.
Jadi, sebelum ada hasil swab yang pasti, semua pasien yang dalam masa perawatan tetap akan dikenakan prosedur rawat terhadap suspek Covid-19. Sedangkan orang-orang yang berhubungan dengan kasus ini juga harus terus menjalani isolasi mandiri dengan penuh kedisiplinan.
"Tentu saja kami berharap hal ini tidak berlangsung lama. Kami berharap bisa segera ada hasil swabnya itu. Sehingga kami bisa segera menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan dari beberapa kasus yang sample swabnya kami kirim tersebut," tambahnya.
Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi