Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid 19 Jepara dr Fachruddin mengatakan, kesepuluh orang yang masuk dalam daftar tracing sementaradiketahui memililiki kontak erat dengan pasien berkode 05 tersebut.

Jika tak ada perubahan, pada Rabu (6/5/2020) hari ini mereka sudah akan diambil sample specimen tenggorokannya untuk diproses swab. Spicemen tenggorokan dari mereka masing-masing akan dikirim ke laboratorium dan diharapkan bisa segera didapatkan hasilnya.

Baca: Satu Lagi Warga Jepara Positif Covid-19, Warga Banjaran dan Masih Isolasi Mandiri

“Kami masih akan terus bekerja keras mendapatkan data-data terkait proses tracing yang hingga saat ini masih dilakukan. Pada kesempatan paling awal, sebanyak sepuluh orang yang terlibat kontak erat dengan pasien langsung kami swab pagi ini,” ujar dr Fachruddin, Rabu (6/5/2020).

Dari rekam jejaknya, pasien Kasus 05 Jepara merupakan pelaku perjalanan dan baru saja pulang dari Jakarta pada 19 April 2020 lalu.

Dari Jakarta, yang bersangkutan merasakan gejala sakit dan pulang ke rumah adiknya di Desa Banjaran, Bangsri. Karena merasa sakit, pasien ini juga sempat ke Puskesmas Bangsri memeriksakan diri.

Oleh Puskesmas Bangsri, karena tidak menunjukan perbaikan kondisi, akhirnya dirujuk ke RSUD Kartini Jepara, sejak 25 April 2020.
Oleh Puskesmas Bangsri, karena tidak menunjukan perbaikan kondisi, akhirnya dirujuk ke RSUD Kartini Jepara, sejak 25 April 2020.Baca: Sempat Salat Tarawih Berjemaah, 56 Warga Tulakan Jepara Kontak Langsung dengan PDP Asal Pati Sebelum MeninggalSejak saat itu yang bersangkutan resmi dinyatakan sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Perawatannya dilakukan dalam ruang isolasi covid 19 di RSUD Kartini Jepara.“Pasien dirawat hingga 30 April 2020, dan karena kondisinya membaik, dipersilahkan pulang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebelum itu, pasien sudah diambil sample swab-nya. Hasilnya diketahui positif pada Selasa sore kemarin. Selanjutnya kami tindak lanjuti sampai hari ini,” tambah dr Fachruddin.Dari informasi yang berkembang, dalam kurun waktu sejak dipulangkan, pasien tersebut bahkan sudah dibesuk oleh banyak orang. Selain itu, pasien yang diharapkan bisa melakukan isolasi secara mandiri tersebut dikabarkan malah  juga sempat ikut salat tarawih berjemaah di masjid. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler