Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bantuan sembako tersebut diberikan untuk menanggulangi dampak Virus Corona atau Covid-19 semakin kuat di lapangan.

Ketua PPDI Jepara Muhamad Zhulikan menyatakan, bantuan ini sangat berarti bagi kaum disabilitas di Jepara, di tengah pandemi Covid-19 yang semakin menganggu perekonomian masyarakat.

Apalagi, nasib kaum disabilitas di tengah pandemi Covid-19 ini sangat memprihatinkan. Tak banyak yang bisa dilakukan kecuali hanya mempertanyakan hak sesuai undang-undang maupun Surat Edaran Menteri Sosial.

Pihaknya berharap selalu ada perhatian dari semua pihak bisa disampaikan kepada kaum disabilitas.

"Sumbangan Sembako yang kami salurkan kemarin jumlahnya 20 paket. Kami dapatkan dari Wakil Ketua DPRD KH Nuruddin Amin. Sumbangan sembako ini mudah-mudahan menginspirasi pihak lain untuk lebih memperhatikan nasib kaum disabilitas", ungkap Zhulikhan, Kamis (7/5/2020).

Secara simbolis, sumbangan diserahkan oleh Sekretaris PPDI Muhammad Abrorul Falah di Sekretariat PPDI, Jl. Sumur Gandu RT 09 RW 07 Desa Troso, Pecangaan, Jepara.

Selanjutnya, sumbangan dibagikan door to door ke rumah anggota yang tersebar di beberapa tempat ; Demaan (Jepara), Tegalsambi, Ngabul (Tahunan), Menganti (Kedung), Raguklampitan, Geneng, Ngasem (Batealit), Ngeling, dan Troso (Pecangaan).
Selanjutnya, sumbangan dibagikan door to door ke rumah anggota yang tersebar di beberapa tempat ; Demaan (Jepara), Tegalsambi, Ngabul (Tahunan), Menganti (Kedung), Raguklampitan, Geneng, Ngasem (Batealit), Ngeling, dan Troso (Pecangaan).Sementara itu, Andri Parikesit, Ketua Lentera Disabilitas mengungkapkan banyak kaum disabilitas yang luput dari pendataan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari pemerintah.Baik itu dalam program BLT yang bersumber dari Dana Desa ataupun BST yang bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Kemensos.Pihaknya berharap ada bantuan langsung tunai yang bisa diterima kaum disabilitas. Bantuan tersebut akan lebih baik bila disalurkan melalui organisasi seperti : PPDI, HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia), Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) dan sebagainya. Karena melalui organisasi-organisasi tersebut, datanya sangat jelas dan valid."Di tengah pandemi Covid-19 ini kami berharap mendapatkan bantuan sembako dan lainnya. Kami sudah dimintai Kartu Keluarga (KK) oleh Pak RT, tapi datanya tidak muncul karena dianggap sudah sering dapat bantuan," keluh Andri Parikesit. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler