Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Gadis muda ini diduga menjadi korban pembunuhan oleh seseorang yang hingga kini masih terus diburu polisi. Pihak Polres Jepara, masih bekerja keras untuk bisa segera mengungkap kasus ini.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Djohan Andika menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapagan. Sejumlah orang juga masih terus diminta keterangannya terkait kemungkinan-kemungkinan dibalik kejadian ini.

Baca: Gadis Bermukena di Jepara Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar, Diduga Korban Pembunuhan

”Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini, korban diduga meninggal pada sekitar pukul 14.00-14.30 WIB. Kami tidak mau berspekulasi soal siapa pelakunya. Sejauh ini kami masih terus melakukan pendalaman-pendalaman dari fakta-fakta yang kami dapatkan di lapangan,” ujar AKP Djohan Andika, Kamis (14/5/2020).

Jasad Sintya Wulandari sendiri ditemukan pertama kalinya oleh sang kakak, Sri Idaryanti (32) sekitar pukul 17.00 WIB dan masih mengenakan mukena atau rukuh bagian bawah.

Korban diketahui sudah pulang dari tempat kerjanya di Wanusobo, Kedung pada sekitar pukul 12.00 WIB. Kakak laki-laki korban, Agus Ahmad Sabis (25) yang bekerja di PT Jialee  tiba di rumah sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca: Tunggu Hasil Autopsi, Korban Pembunuhan di Dongos Jepara Diduga Dicekik Hingga Tewas

Sedangkan kakak korban lainya, Sri Indaryanti yang bekerja di PT. HWI, pulang dari kerja sekitar jam 17.00 WIB.

Agus setibanya di rumah mengaku langsung memperbaiki mesin pompa air milik mereka yang rusak. Sedangkan Sri Indaryanti beberapa saat setelah tiba di rumah langsung pergi mandi.

Kemudian seusai mandi dirinya mencari keberadaan sang adik. Saat masuk ke kamar adiknya ditemukan adiknya itu tertelungkup tak bernyawa.“Kakak korban Agus Ahmad Sabis kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi. Kurang lebih seperti itu kronologi kejadiannya dari keterangan-keterangan para saksi. Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Djohan Andika.Baca: Galau Skripsi, Mahasiswi Cantik di Kudus Pesta Sabu Bareng Dua Pria di KamarSementara itu, dari pemeriksaan luar yang dilakukan oleh Puskesmas Kedung, diketahui ada luka pada bibir korban. Luka tersebut bahkan masih mengeluarkan darah pada saat pemeriksaan dilakukan.Sedangkan dari pemeriksaan tim di RSUD Kartini Jepara, dilaporkan ada luka memar pada kepala bagian belakang korban.Luka memar pada kepala bagian belakang tersebut diduga karena pukulan benda tumpul. Kemudian juga ada luka memar di bagian leher depan dan dada, yang juga diduga akibat benda tumpul.Dalam kejadian ini sepeda motor Honda vario putih bernopol K 6797 AQC dan satu buah HP miliki korban raib dari rumah Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler