Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rencananya mereka akan langsung ditangani secara serius untuk mencegah kemungkinan penyebaran wabah Corona di BLK Pecangaan.

Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan, beberapa rencana sudah disiapkan pihaknya. Sesuai dengan informasi yang sudah diterima, para repatriasi asal Jepara tersebut akan langsung diarahkan ke Gedung BLK Pecangaan.

Di BLK Pecangaan, mereka yang baru saja tiba dari Timor Leste tersebut akan di-screening secara ketat. Screening dilakukan terkait dengan kondisi kesehatan mereka, kemudian juga informasi-informasi yang dibutuhkan.

“Dari hasil screening tersebut nantinya baru akan bisa ditentukan langkah-langkah apa yang akan diterapkan kepada mereka. Bisa saja mereka akan diminta tinggal di BLK sedikitnya dalam waktu 12 jam. Semua tergantung dari hasil screening yang akan dilakukan,” ujar dr M Fakhrudin.

Ke-18 orang repatriasi dari Timor Leste tersebut, disebutkan oleh dr M Fakhrudin sudah tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Jumat (15/5/2020) siang.

Selanjutnya mereka berencana akan menggunakan moda angkutan darat menuju Jepara. Sehingga diperkirakan malam hari ini mereka baru memasuki wilayah Jepara.Koordinasi mengenai kepulangan 18 orang dari Timor Leste ini masih terus dilakukan. Mereka yang bekerja di Timor Leste, tetap harus diwaspadai memiliki potensi menularkan Covid-19. Karena itu mereka tetap akan menjalani protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.“Nanti di BLK Pecangaan mereka baru bisa diketahui harus bagaimana dan menjalani apa. Semua bergantung dengan proses screening yang dilakukan oleh petugas di BLK Pecangaan. Jadi nanti semua akan dibawa ke BLK Pecangaan dulu,” jelas dr M Fakhrudin. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler