Kemenkes menunjuk dua RS di Jawa Tengah, salah satunya adalah RSUD Kartini Jepara, untuk bisa segera memberikan pelayanan laboratorium untuk Covid-19.
Direktur RSUD Kartini Jepara dr Dwi Susilowati mengatakan, pihaknya ditunjuk untuk bisa melayani laborat Covid-19 lantaran memiliki peralatan
Tes Cepat Monocular (TCM).
Alat ini sejak 2018 lalu digunakan untuk pemeriksaan lab untuk penyakit TBC. Dengan sedikit modifikasi, peralatan ini bisa digunakan untuk menguji
sample swab Covid-19.
“Selain RSUD Kartini, di Jawa Tengah yang juga ditunjuk Kemenkes adalah RS dr M Ashari Pemalang. Tenaga laborat kami kemarin sudah melakukan pelatihan secara daring selama dua hari. Selanjutnya kami menunggu peralatan tambahan dari kementerian untuk bisa beroperasi,” ujar dr Dwi Susilowati, Sabtu (16/5/2020).
Peralatan lab yang akan difungsikan merupakan deteksi cepat berbasis RT-PCR menggunakan alat TCM. Dengan alat ini hanya diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk mengetahui apakah seseorang positif terpapar virus atau tidak.
Sehingga hasil yang cepat segera diketahui ini bisa memberi efektifitas dalam pengambilan langkah-langkah penanganannya.
“Jadi peralatan yang ada di kami membutuhkan tambahan tehnologi berupa
catrige yang akan berfungsi untuk menaruh sample swab-nya. Catrige ini masih akan menunggu
droping dari Kementrian Kesehatan,” tambah dr Dwi Susilowati.Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Covid – 19 RSUD RA Kartini dr Tri Adi Kurniawan, menjelaskan, prinsip pemeriksaan di RSUD Kartini Jepara, nantinya tetap sama dengan swab/ PCR. Hanya alatnya memakai tehnologi TCM, yang hasilnya bisa cepat diketahui.Sample swab yang diambil akan ditaruh dalam sebuah media yang dalam alat ini disebut
catrige Xpress SARS-CoV-2. Selanjutnya
catrige ini dipasang pada alat yang ada, dan akan segera dicek dalam waktu kuran dari satu jam.“Jadi memang lebih cepat hasilnya. Sehingga ini akan dapat mempercepat penanganan yang harus dilakukan terkait
tracing,
tracking, pencegahannya, dan pengobatannya,” ujar dr Tri Adi Kurniawan. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi
MURIANEWS, Jepara - RSUD Kartini Jepara ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bisa membuka laboratorium pemeriksaan Covid-19.
Kemenkes menunjuk dua RS di Jawa Tengah, salah satunya adalah RSUD Kartini Jepara, untuk bisa segera memberikan pelayanan laboratorium untuk Covid-19.
Direktur RSUD Kartini Jepara dr Dwi Susilowati mengatakan, pihaknya ditunjuk untuk bisa melayani laborat Covid-19 lantaran memiliki peralatan Tes Cepat Monocular (TCM).
Alat ini sejak 2018 lalu digunakan untuk pemeriksaan lab untuk penyakit TBC. Dengan sedikit modifikasi, peralatan ini bisa digunakan untuk menguji sample swab Covid-19.
“Selain RSUD Kartini, di Jawa Tengah yang juga ditunjuk Kemenkes adalah RS dr M Ashari Pemalang. Tenaga laborat kami kemarin sudah melakukan pelatihan secara daring selama dua hari. Selanjutnya kami menunggu peralatan tambahan dari kementerian untuk bisa beroperasi,” ujar dr Dwi Susilowati, Sabtu (16/5/2020).
Peralatan lab yang akan difungsikan merupakan deteksi cepat berbasis RT-PCR menggunakan alat TCM. Dengan alat ini hanya diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk mengetahui apakah seseorang positif terpapar virus atau tidak.
Sehingga hasil yang cepat segera diketahui ini bisa memberi efektifitas dalam pengambilan langkah-langkah penanganannya.
“Jadi peralatan yang ada di kami membutuhkan tambahan tehnologi berupa catrige yang akan berfungsi untuk menaruh sample swab-nya. Catrige ini masih akan menunggu droping dari Kementrian Kesehatan,” tambah dr Dwi Susilowati.
Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Covid – 19 RSUD RA Kartini dr Tri Adi Kurniawan, menjelaskan, prinsip pemeriksaan di RSUD Kartini Jepara, nantinya tetap sama dengan swab/ PCR. Hanya alatnya memakai tehnologi TCM, yang hasilnya bisa cepat diketahui.
Sample swab yang diambil akan ditaruh dalam sebuah media yang dalam alat ini disebut catrige Xpress SARS-CoV-2. Selanjutnya catrige ini dipasang pada alat yang ada, dan akan segera dicek dalam waktu kuran dari satu jam.
“Jadi memang lebih cepat hasilnya. Sehingga ini akan dapat mempercepat penanganan yang harus dilakukan terkait tracing, tracking, pencegahannya, dan pengobatannya,” ujar dr Tri Adi Kurniawan.
Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi