Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara harus menyampaikan data-data yang sebenarnya. Apalagi, dari informasi yang diperolehnya, beberapa kasus positif Covid-19 yang terjadi di wilayah Kedung Malang, diduga melibatkan dua warga yang bekerja di salah satu perusahaan besar.

Melihat perkembangan penanganannya, maka besar kemungkinan kasus ini berpotensi meluas.

“Ada banyak rapid test masal dan ditindak lanjuti dengan pengecekan swab. Termasuk di pabrik-pabrik besar tentunya. Saya kira ada banyak kasus positif covid yang berpotensi besar muncul dari pabrik-pabrik ini. Cuman sayangnya tidak ada penjelasan jelas dari GTPP Covid-19 Jepara, soal ini,” ujarnya, Kamis (2/7/2020).

Selanjutnya, Zakariya juga mempertanyakan sejauh apa pengawasan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan di tiap-tiap perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan besar menurutnya juga harus dipastikan memberikan jaminan keselamatan bagi para pekerjanya.

Ia pun menilai, penanganan-penanganan yang tidak tuntas pada orang-orang yang terkait dengan Covid-19 disinyalir juga berpotensi besar menimbulkan penularan besar-besaran. Misalnya penanganan pada kasus positif di Desa Batealit.

“Untuk yang di Desa Batealit ini, ada dua orang yang merupakan ring satu pasien positif masih bekerja. Kerjaannya juga di pabrik garmen besar dengan pegawai ribuan orang. Bisa dibayangkan,” tambahnya.Ditambahkannya, saat ini para tenaga kesehatan yang ada di garda depan juga sudah kepayahan. Banyaknya kasus membuat mereka menerima beban kerja sangat berat.Kondisi ini menimbulkan celah dalam proses tracing dan tracking. Bisa terjadi proses tracing tidak menjangkau semua potensi penularannya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler