Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ia menilai adat tradisi Sedekah Bumi sudah lekat di kehidupan warga Bumi Kartini. Bahkan sudah menjadi kearifan lokal yang ditujukan untuk tolak bala. Biasanya ada beberapa prosesi yang puncaknya dilakukan pentas wayang kulit.

”Kalau kegiatan ini diyakini pantang untuk ditinggalkan, maka harus ada jalan keluarnya. Petinggi Desa harus bisa membimbing masyarakatnya soal ini,” katanya saat rakor di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara, Rabu (15/7/2020).

Cara yang bisa ditempuh, lanjutnya, adalah dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sebagai landasan. Kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak perlu dilaksanakan. Selain itu, Sedekah Bumi dilaksanakan dengan peserta terbatas.

”Jadi harus ada kesiapan terukur dari pemangku kebijakan dari masing-masing petinggi (kepala desa). Para Petinggi harus mampu menjaga kegiatan itu dengan tidak menimbulkan kerumunan, dan siapkan protokoler yang jelas dan ketat,” katanya.

Khusus untuk pentas wayang kulit, ia juga meminta supaya bisa digelar dengan secukupnya. Pentas wayang kulit  cukup dimainkan lakon sepasang. Lalu ritual makan bersama bisa diganti dengan di antar ke rumah-rumah warga.

”Artinya secara syarat sudah bisa terpenuhi dan tidak perlu semalam suntuk dan ditonton banyak orang,” tambahnya.Jika hal itu tak diindahkan, ia khawatir Sedekah Bumi justru membuat klaster baru penularan Covid-19. Akibatnya, masyarakat banyak yang jadi korban.”Kami tidak mau tradisi ini hilang. Tapi kalau cara tadi tak digubris efeknya juga besar. Saya harap masyarakat mengerti dan membantu pemerintah untuk memerangi Covid-19,” tandasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler