Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di  DKPP Jepara Mudhofir menyatakan, ada beberapa penyakit yang biasa terjadi pada hewan kurban. Namun untuk penyakit menular hewan di Jepara bisa dikatakan relative aman.

Sampai kegiatan pemeriksaan dilakukan Rabu (22/7/2020) pihaknya belum menemukan adanya penyakit menular hewan, pada hewan-hewan kurban yang ada di pasaran Jepara.

Meski begitu, ia mengakui para petugasnya menemukan sejumlah penyakit yang masih terjadi. Di antaranya adalah cacingan, parasit kulit atau scabies, dan sakit mata pada kambing. Hanya, secara umum, Jepara bisa dikatakan masih bebas dari penyakit hewan menular.

“Saat ini kami membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih dan nanti sesudah disembelih. Tim ini yang akan menyebar memeriksa hewan-hewan ke seluruh Kabupaten Jepara,” ujar Mudhofir, Rabu (22/7/2020).

Tim Pemeriksaan Hewan DKPP Jepara sendiri, sempat mendatangi sejumlah pasar hewan. Di antaranya di Pasar Hewan Mayong dan Pasar Hewan Bangsri. Selain menyasar pasar hewan, mereka juga melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi penjualan hewan kurban tiban.

Penjualan hewan kurban tiban adalah tempat-tempat yang digunakan para penjual ternak musiman. Biasanya pada saat menjelang Hari Raya Idul  Adha, mereka membuka lapak di beberapa tempat strategis.Keberadaan mereka juga akan diperhatikan terkait hewan-hewan yang mereka perdagangkan. Jangan sampai hewan yang mereka jual ternyata tidak berkualitas bagus terutama masalah kesehatan hewannya.“Kesehatan ternak untuk kurban harus benar-benar diperhatikan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan hal ini. Tadi dalam pemeriksaan yang kami lakukan di Mayong, sempat kami temukan ada penyakit cacing akut pada sapi ternak,” tambah Mudhofir. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler