Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jepara masih terus bertambah. Sampai Senin (3/8/2020) jumlah keseluruhan yang terjadi di Kabupaten Jepara mencapai 1.150 kasus.

Dari jumlah tersebut sebanyak 281 orang ini masih dalam penanganan. Sedangkan 744 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan 68 orang lainnya meninggal dunia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara, pada kesempatan terakhir Minggu (2/8/2020) menyampaikan adanya tambahan empat kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus-kasus tersebut terjadi di wilayah Bangsri, Nalumsari dan Mayong.

Di Kecamatan Bangsri dan Mayong masing-masing ada tambahan 1 kasus, sedangkan di Nalumsari muncul dua kasus baru terkonfirmasi positif covid.

Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan, penambahan kasus baru dimungkinkan masih akan terus terjadi. Pihaknya berharap masyarakat bisa semakin meningkatkan peran sertanya dalam menangani penularan Covid-19 ini.

“Sampai saat ini dari total kasus yang mencapai 1.150, sebanyak 1.093 merupakan warga Jepara dan 57 orang warga luar Jepara. Ada 281 dari jumlah tersebut hingga kini dalam penanganan. Rinciannya sebanyak 189 orang sedang menjalani isolasi mandiri, 52 orang dirawat di RS Jepara dan 40 orang dirawat di RS luar Jepara,” ujar dr M Fakhrudin, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, terkait penanganan pada kasus meninggalnya ketua DPRD Jepara, GTPP Covid 19 Jepara juga sedang melakukan tracing dan traking. GTPP Covid-19 Senin (3/8/2020) mendatangi DPRD Jepara untuk melakukan persiapan rencana swab bagi pihak-pihak yang diduga terkait dalam kasus ini.Sekretaris DPRD Jepara, Trisno Santoso menyatakan pihaknya dalam proses koordinasi dan komunikasi dengan GTPP Covid-19 dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).Hal ini dilakukan untuk membahas tehnis penanganan dari kasus meninggalnya ketua DPRD Jepara. Ada beberapa orang yang menurut Trinso Santoso memerlukan penanganan, menyusul dipastikannya almarhum Imam Zusdi Ghozali terkonfirmasi positif Covid-19.“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan DKK Jepara. Membahas bagaimana tehnis pengambilan swab atau rapid bagi pihak-pihak di DPRD Jepara. Kami masih dalam pembicaraan ini,” ujar Trisno Santoso, Senin (3/8/2020). Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler