Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat dihubungi, Sabtu (15/8/2020), dr Fakhrudin menyatakan baru saja diberi tahu jika posisinya diganti pada pukul 09.20 WIB pagi tadi.

Dalam pemberitahuan tersebut, ia dijelaskan jika posisinya sebagai jubir sudah diganti dalam rapat evaluasi Covid-19 Jepara yang digelar Kamis (13/8/2020) lalu.

Baca: Berubah Nama Jadi Satgas, Jubir GTPP Covid-19 Jepara Diganti

Sehingga pada Jumat (15/8/2020), dirinya masih sempat menyampaikan release kepada media berkaitan dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Jepara.

Dalam release tersebut disebutkan bahwa saat ini Kabupaten Jepara sudah mulai membaik dan masuk dalam zona oranye setelah sekian waktu masuk kategori zona merah.

Karena belum mengetahui diganti dirinya tetap mengatasnamakan sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara.

Baca: Wujudkan Hak Angket, Nasdem Jepara Akui Gerilya ke Sejumlah Fraksi
Baca: Wujudkan Hak Angket, Nasdem Jepara Akui Gerilya ke Sejumlah Fraksi"Hasil rapat Kamis (13/8/2020) kemarin, Ketua GTPPC sudah menunjuk jubir baru, pak Muh Ali. Saya baru tau tadi jam 09.20 WIB pagi tadi. Tolong pamitkan ke teman-teman wartawan ya. Mohon maaf jika ada gesah - geseh (salah paham-red) selama ini. Semoga jubir baru bisa lebih oke," ujar dr M Fakrudin, Sabtu (15/8/2020).Sementara itu, sejumlah pejabat dan anggota GTPP Covid-19 Jepara, menyatakan tidak tau menahu soal ini. Beberapa pihak juga menyatakan tidak mengetahui jika ada rapat evaluasi penanganan Covid-19 pada hari Kamis (13/8/2020) lalu.Kemungkinan besar rapat tersebut hanya diikuti oleh sejumlah pihak saja secara terbatas. Karena sebagian besar pejabat yang masuk dalam GTPP Covid-19, mengaku tidak ada undangan rapat evaluasi tersebut.“Tidak ada kayaknya, tapi nggak tau kalau rapatnya digelar terbatas dan hanya orang tertentu. Namun yang jelas, saya juga baru tau kalau ternyata ada beberapa perubahan terhadap pengorganisasian penanganan Covid,” ujar salah satu pejabat di Jepara yang tidak ingin namanya disebutkan, Sabtu (15/8/2020). Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler