Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Elida Farikha menyatakan, sumber sampah di Karimunjawa saat ini terdeteksi berasal dari dua faktor.

Faktor pertama adalah sampah domestik yang diproduksi oleh masyarakat Karimunjawa sendiri. Sedangkan faktor kedua adalah sampah yang muncul dari aktivitas pariwisata yang terjadi di Karimunjawa.

Jumlah produksi sampah dari dua sumber tersebut, rata-rata mencapai 5,6 ton setiap harinya. Banyaknya produksi sampah, jelas akan menjadi permasalahan besar jika tidak diantisipasi sejak awal.

Apalagi dunia pariwisata di Karimunjawa diperkirakan akan terus berkembang, seiring dengan popolernya kawasan Karimunjawa sebagai destinasi wisata.

“Persoalan ini tentu saja harus diantisipasi. Saat ini memang belum terlihat dampaknya. Namun jika tidak dipikirkan sejak sekarang, pasti akan menimbulkan persoalan besar yang akan merugikan masyarakat Karimunjawa dan bahkan Jepara. Ini melihat strategisnya kawasan Karimunjawa,” ujar Elida Farikha, Senin (24/8/2020).

Karena Karimunjawa merupakan kawasan kepulauan yang tidak memiliki landfill (tempat pembuangan sampah), maka harus ada metode tersendiri yang harus dikambangkan dalam urusan penanganan sampah ini.

Pada tahap dasar, sudah tentu harus dibangun sebuah kesadaran dari masyarakatnya mengenai masalah sampah ini.
Pada tahap dasar, sudah tentu harus dibangun sebuah kesadaran dari masyarakatnya mengenai masalah sampah ini.Ia menegaskan, pengelolaan sampah di Karimunjawa harus bisa dilakukan dengan benar-benar menerapkan pola pemanfaatan dengan melakukan program daur ulang berkesinambungan. Hal ini yang saat ini mulai dilakukan oleh DLH Jepara.Salah satunya adalah menyiapkan Bangunan Pusat Daur Ulang (PDU). Fasilitas ini sudah dibangun setelah Pemkab Jepara mendapatkan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).“Untuk bangunan Pusat Daur Ulang saat ini sudah selesai dibangun. Hari ini secara daring akan diresmikan oleh kementrian. Untuk selanjutnya kami juga sudah menyiapkan program-program untuk pengoperasian fasilitas ini,” tambah Elida Farikha.Bangunan Pusat Daur Ulang di Karimunjawa didirikan di Dukuh Alang-Alang, Desa Karimunjawa. Kapasitas pengolahannya mencapai 10 ton sampah. Keberadaan fasilitas ini nantinya akan bisa digunakan untuk mengolah sampah organik dan sampah plastik yang banyak dihasilkan dari aktifitas pariwisata. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler