Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Untuk menggali potensi ini, Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2NPBNU) menggelar pelatihan Satripreneurahip bagi santri-santri yang memiliki jiwa wirausaha. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Syailendra, Senin (24/8/2020).

Bupati Jepara Dian Kristiandi yang membuka kegiatan ini menyatakan, peran serta santri yang memiliki kemampuan wirausaha ini dibutuhkan untuk mengembangkan usaha sektor riil di masa pandemi.

Menurutnya, selain teori, santri memiliki kelebihan kepribadian (akhlak), ulet, disiplin serta yang terpenting didasari dengan ilmu agama yang kuat. Dasar-dasar yang sudah diajarkan di pondok pesantren ini, akan menjadi kelebihan mereka untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil di bidangnya.

Dikatakan Andi, sudah banyak para santri yang sukses dengan usaha mereka sendiri. Saat ini, adalah momentum yang luar biasa untuk berwirausaha. Tidak hanya sekedar berbicara ketahanan pagan, namun kedaulatan pangan harus tercapai dengan mengolah sumber daya yang ada.

“Sektor riil masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Silahkan terus digali untuk menciptakan peluang usaha baru,” kata Dian Kristiandi, Senin (24/8/2020).

"Kami mengajak kepada para santri, untuk ikut mengedukasi warga masyarakat memberdayakan tanaman pangan. Jika itu dapat mereka lakukan, akan menjadi usaha yang luar biasa. Tanaman cabai, tomat, terong, memiki nilai ekonomi yang bisa dikembangkan di lingkungan," katanya

Ia menjelaskan, saat ini penurunan angka kemiskinan di Jepara sudah melampaui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dari target semestinya tahun 2017 -2022 ditarget angka 8 persen, tahun ini sudah tercapai 6,6 persen.
Ia menjelaskan, saat ini penurunan angka kemiskinan di Jepara sudah melampaui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dari target semestinya tahun 2017 -2022 ditarget angka 8 persen, tahun ini sudah tercapai 6,6 persen.Dari sektor ekonomi di Jepara juga masih cukup baik. Di atas angka rata-rata Jawa Tengah (Jateng) dan nasional. Namun di masa pandemi ini, harus punya semangat yang luar biasa untuk tetap berkarya dan berusaha.“Tidak dapat dibayangkan jika semua produktivitas barang terhenti akibat pandemi. Jalan keluarnya adalah tetap berdikari, dan berdiri di atas kaki sendiri. Jika pandemi hanya bersedih. Bagaimana roda perekonomian bisa berjalan?” tambahnya.Sementara itu Wakasekjen Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin dalam P2N-PBNU Djaduk Tri Mulyo Ainul Amri juga mengajak para santri untuk mengembangkan sektor riil. Pengusaha asal Jepara ini, mendorong agar para santri tidak malu untuk memulai usaha.“Manfaatkan pertanian di sekitar kita, perkebunan, perikanan. Masih sangat besar potensinya,” imbuhnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler