Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat ditemukan jasad laki-laki yang diketahui bernama Fahrurozi (36) warga Desa Krapyak, Tahunan, Jepara itu bahkan sudah membusuk.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Suriyanto (50) warga Desa Krapyak. Selanjutnya hal ini dilaporkan ke pihak keluarga.

Suriyanyo sendiri menyatakan, awalnya dirinya curiga mendapati bau busuk di sekitar sumur. Selain itu dirinya mengaku melihat banyak lalat terbang keluar masuk dalam rumah keluarga korban. Dirinya menduga ada sesuatu di dalam rumah tersebut.

"Karena curiga, saya kemudian melaporkan ke RT setempat dan keluarga. Selanjutnya keluarga bersama warga sekitar mencari sumber bau tersebut," ujar Suriyanto, Selasa (1/9/2020).

Setelah itu bersama pemilik rumah dan warga dilakukan pencarian sumber dari bau busuk tersebut. Dari penelusuran akhirnya diketahui sumber bau tersebut berasal dari dalam sumur.

Saat dicek ke dalam sumur, semua yang mencari kaget karena didalamnya ada jasad korban dalam posisi menggantung.

Penemuan ini selanjutnya ditindak lanjuti dengan melaporkan ke pihak-pihak berwenang. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Jepara, Basarnas, TNI, Polri, SAR Jepara, Pemdes Krapyak, Puskesmas Tahunan, Satpol PP Kecamatan dibantu warga melakukan upaya evakuasi.Proses ini berlangsung kurang lebih 15 menit. Jasad korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara.Terpisah, M Zainuddin salah satu petugas dari BPBD Jepara menyatakan, pihak keluarga menyebutkan korban mengalami gangguan jiwa. Sebelumnya, korban tersebut dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak lima hari yang lalu, tepatnya sejak Kamis (27/8/2020)."Korban yang ditemukan menigggal, menurut pihak keluarga mengalami gangguan kejiwaan. Warga menemukan mayatnya dalam posisi menggantung dalam sumur pada Selasa (1/9/2020) menjelang tengah hari. Kami selanjutnya melakukan evakuasi setelah menerima laporan," terangnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler