Mahasiswa Unisnu Jepara Diminta Jadi Penggerak Penerapan Protokol Kesehatan di Masyarakat
Budi Santoso
Kamis, 3 September 2020 16:28:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal ini lantaran masih banyak warga yang enggan menerapkan protokol kesehatan dan menganggap enteng virus Covid-19 atau Corona. Karena itu butuh peran semua elemen masyarakat untuk memberikan edukasi.
”Mahasiwa punya nilai lebih, di mata masyarakat. Mahasiswa juga mempunyai kemampuan sebagai agent off change, atau agen perubahan. Karena itu mahasiswa dapat menjadi contoh di masyarakat dalam kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan ini,” katanya.
”Untuk itu manfaatkan nilai lebih ini untuk menjadi motor penggerak penerapan protokol kesehatan kesehatan di masyarakat,” imbuhnya saat menghadiri serah terima jabatan Komandan Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 956 (Singa Padang Pasir), Kamis (3/9/2020).
Di depan mahasiswa dan tamu undangan, Mulyaji mengungkapkan sudah banyak masyarakat yang mengetahui informasi tentang pentingnya protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, namun tingkat kepatuhannya masih perlu didorong lagi.
Terkait pandemi Covid-19 di Jepara terjadi fase yang fluktuatif. Jepara pernah berada dalam zona merah dan masuk tiga besar di Jawa Tengah. Namun kemudian, turun ke zona oranye dan menuju zona kuning.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



