Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Dewan Pakar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jepara KHSholeh Taufiq mengatakan terkait isu ini pihaknya berharap DPP PPP sebaiknya mempertimbang senioritas dalam kepengurusan DPC PPP saat menetapkan rekomendasinya.

Rekam jejak karir politik kader PPP yang mulai dari bawah ranting sampai DPC, pengalaman organisasi dan kematangan dalam mengambil keputusan di DPRD Jepara nantinya, juga perlu dipertimbangkan.

"Ketua DPRD tidak mesti berlatang belakang akademisi atau intelektual, tetapi mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat dan bisa mengayomi anggota, serta menjadi lidah penyambung aspirasi rakyat,” ujar Sholeh Taufiq, yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Jepara dari 1982 hingga 2004 ini, Rabu (16/9/2020).

Terkait figur Ketua DPRD Jepara  yang akan menjadi pengganti Imam Zusdi Ghozali almarhum, Sholeh Taufiq juga menyatakan sempat menelepon Sekjen DPP PPP Asrul Sani.

Dalam komunikasi tersebut pihaknya sudah meminta agar bisa segera diterbitkan SK DPP PPP sesuai hasil musyawarah DPC PPP yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Di luar hal itu, pihaknya tetap meminta agar Pengurus DPC PPP Jepara tetap solid dan kompak. Pihaknya tidak ingin antar pengurus tidak saling kenal satu dengan yang lainnya. Kemudian tidak boleh hanya karena kepentingan individu seseorang yang bisa menjadikan PPP Jepara terpecah belah.“PPPJepara memerlukan sosok yang bisa menjadi motor penggerak organisasi dan jembatan komunikasi antara pengurus dan basis konstituen PPP di akar rumput (grassroot). Setiap kader PPP juga harus mempunyai 5 prinsip yaitu Ibadah, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Musyawarah, Persatuan dan Kesatuan serta Istiqomah,” tambah Sholeh Taufiq.Ditambahkan juga, PPP Jepara juga perlu melakukan pendekatan kepada alim ulama. Kemudian jargon PPP sebagai partai pengajian harus dihidupkan kembali. Hal ini membutuhkan figur-figur yang memiliki kapasitas di bidangnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler