Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam peraturan tersebut, Posyantek Antardesa dibentuk di setiap kecamatan di Kabupaten Jepara. Posyantek Antardesa dibentuk guna memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan, dan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Dalam rangka revitalisasi Posyantek, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bersama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara memberikan pembinaan melalui kegiatan “Pembinaan Bagi Pengurus Posyantek Antardesa di Kabupaten Jepara tahun 2020”.

Kepala Bidang PMD di Dinsospermades Jepara, Suharsana menyatakan Posyantek telah terbentuk di seluruh kecamatan, dan hanya perlu dilakukan aktivasi.

Penyusunan sistem tata kelola dan pembentukan AD/ART juga perlu dilakukan guna memaksimalkan fungsi Posyantek antardesa sebagai koordinator Posyantek desa. Selain itu juga memberi pelayanan, pendampingan, serta fasilitasi pengelolaan Posyantek Desa.

Dijelaskan juga, kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus Posyantek Antardesa dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara. Kegiatan ini memberikan pemahaman bagi semua yang hadir, melalui empat narasumber yang memberikan penjelasan sesuai dengan kompetensinya.

Narasumber yang dihadirkan adalah Dekan Fakultas Saintek Unisnu Jepara Gun Sudiryanto, Purwo Adi Wibowo (Ketua LPPM Unisnu) dan  Samsul Arifin (Dosen Unisnu). Kemudian juga Banu Riyowidhardo salah satu tokoh penting dalam pengembangan Posyantek Antardesa di Kabupaten Demak.

”Kami berharap, kegiatan ini bisa segera menggerakan peran Posyantek Antar Desa, yang sudah dibentuk. Lembaga ini diharapkan bisa segera memberi sumbangsih bagi pembangunan di Kabupaten Jepara,” ujar Suharsana, Jumat (13/11/2020).
”Kami berharap, kegiatan ini bisa segera menggerakan peran Posyantek Antar Desa, yang sudah dibentuk. Lembaga ini diharapkan bisa segera memberi sumbangsih bagi pembangunan di Kabupaten Jepara,” ujar Suharsana, Jumat (13/11/2020).Sementara itu, Gun Sudarmanto dalam paparanya menyatakan, pengembangan tehnologi merupakan salah satu hal yang harus dilakukan saat ini. Pengembangan tehnologi harus diwujudkan untuk bisa mencapai kesejahteraan bersama. Karena itu perlu dibuat tehnologi tepat guna yang bisa membantu masyarakat mendapatkan kemudahan dalam meningkatkan kesejahteraannya.“Manusia perlu hidup sejahtera. Untuk itu perlu memaksimalkan pengolahan SDA yang tersedia melalui teknologi, yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk dapat menjawab permasalahan yang ada,” ujar Ir Gun Sudaryanto, dalam kesempatan yang sama.Selaku ketua LPPM Unisnu Jepara Purwo Adi Wibowo menyampaikan kesediaan untuk membantu setiap kecamatan dalam hal penguatan tata kelola Posyantek. Upaya ini menurutnya bisa dilakukan  melalui kegiatan pemetaan potensi daerah, dan pemetaan kebutuhan.Sedangkan Banu Riyowidhardo menyebut, upaya pengembangan Posyantek dapat dilakukan melalui gotong royong, membuat rencana target jangka pendek hingga panjang, dan bekerjasama dengan bidang lain dalam pemerintah desa setempat. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler