Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Dinas DKK Jepara, Moh Ali menyatakan, diperkirakan akan ada sekitar lima ribu lebih guru dan karyawan sekolah yang akan menjalani tes swab ini. Pengambilan swab dilakukan sebagai upaya persiapan dilaksanakannya KBM secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Jepara. Rencananya, kegiatan pengambilan sample swab akan dilaksanakan dalam lima pekan.

“Memang benar, akan dilaksanakan test swab untuk para guru dan karyawan sekolah. Jadwal pengambilan swab sedang kami susun. Sesuai data yang ada, jumlannya mencapai kurang lebih 5 ribu orang. Karena itu kami menargetkan dalam lima pekan  untuk guru PAUD sampai SMA yang ada,” ujar Moh Ali, Selasa (24/11/2020).

Rencananya, pengambilan sample swab akan dilaksanakan oleh Tim Puskesmas  di masing-masing kecamatan. Tes ini dilakukan untuk memastikan para guru dan karyawan benar-benar tidak menjadi penularan Covid-19. Sehingga saat KBM dimulai, semua dalam kodisi benar-benar bebas dari Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono, menyatakan tes swab memang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa melakukanpembelajaran tatap muka.

Namun, meskipun nantinya seluruh guru dan karyawan sekolah sudah dites swab, bukan berarti sekolah yang bersangkutan bisa langsung menerapkan KBM. Masing-masing sekolah juga masih harus memenuhi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan.“Ini merupakan bagian dari persiapan yang harus dilakukan. Soal nanti melaksanakan KBM luring, ya tetap harus ada izin dari Bupati Jepara. Kalau diizinkan dibuka, ya pembelajaran tatap muka bisa dimulai. Semuanya masih akan dilakukan penilaian-penilaian,” ujar Agus Tri Harjono. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler