Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beberapa nelayan asal Desa Teluk Awur Jepara, menemukan jasad tersebut terapung-apung di lautan, pada Minggu (13/12/2020) siang.

Menurut petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara M Zaenuddin, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi yang sudah sangat rusak.

Diduga hal itu disebabkan karena sudah beberapa lama terendam air laut. Setelah diketahui warga nelayan, mayat tersebut kemudian dibawa ke daratan di Desa Teluk Awur Jepara.

Mayat tersebut diperkirakan berusia sekitar 50-an tahun. Tinggi badanya diperkirakan sekitar 165 cm, dengan kepala agak botak.

Saat ditemukan mayat mengenakan celana kolor warna merah marun, dan tidak mengenakan baju atau kaus. Pihak BPBD Jepara dibantu sejumlah pihak dan masyarakat, akhirnya mengevakuasi korban, setelah tiba di daratan Desa Teluk Awur.

“Mayat yang ditemukan tidak diketahui identitasnya. Badannya agak gemuk, dengan tinggi badan sekitar 165 cm, dengan kepala agak botak. Mayat tersebut ditemukan nelayan sekitar 9 mil arah Barat, dari Teluk Awur,” ujar M Zaenuddin, Minggu (13/12/2020).Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke Kamar Mayat RSUD Kartini Jepara, dan kasusnya ditangani oleh Polisi.Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, dipersilahkan mengecek, ke RSUD Kartini Jepara untuk mengindentifikasi. Diduga, mayat tersebut merupakan nelayan yang mengalami kecelakaan laut, karena situasi cuaca yang terjadi saat ini tengah buruk. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News