Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di Kabupaten Jepara, upaya untuk menyosialisasikan program CHSE sudah mulai dilakukan. Semua pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Jepara sudah didorong untuk memahami dan menerapkan CHSE ini dalam kegitannya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, sosialisasi mengenai program CHSE, di Jepara bahkan sempat dihadiri oleh Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperakraf) dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI baru-baru ini. Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa Kabupaten Jepara mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena itu, pihaknya berharap hal ini bisa direspon dengan baik oleh para pelaku wisata di Kabupaten Jepara.

“Selain diandalkan untuk memulihkan ekonomi, bidang pariwisata yang potensinya mulai terkuak di Jepara, harus semakin dikembangkan. Kehadiran Kemenparekraf di Jepara ini, diharapkan mampu menjadi pendorong perubahan prilaku masyarakat, terutama dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan di bidang pariwisata,” kata Dian Kristiandi, Selasa (15/12/2020).

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenkraf, Rizki Handayani menyatakan program CHSE merupakan salah satu persiapan dalam mengaktifkan kembali dunia pariwisata di Indonsia. Semua pelaku usaha pariwisata harus menerapkan hal ini sebagai bentuk penyesuaian industri pariwisata di masa pandemi Covid-19.

Karena itu, Kemenkraf melakukan sossialisasi program ini, dengan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Wisata Minat Khusus Melalui Media dan Penerapan CHSE. Dalam kegiatan di Jepara, ada 50 peserta yang dilibatkan, termasuk para petinggi desa yang memiliki usaha pariwisata.“Sebelum mengikuti Bintek ini, para peserta diwajibkan mengikuti tes cepat (rapid test) untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19. Ini sebagai langkah awal sebelum mereka nantinya menerapkan protokol CHSE di masing-masing objek wisata yang mereka kelola,” kata Rizki Handayani, secara terpisah. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler