Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Koordinator Persekutuan Hamba Tuhan  Wilayah Kabupaten Jepara, Pdt Prapto Basuki, menyatakan, rencana tidak menggelar perayaan Natal merupakan bagian dari kesadaran dari umat. Meski tidak ada himbauan dari pemerintah, sikap ini tetap akan diambil, semata-mata demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Justru Natal memiliki pesan yang kuat karena gereja-gereja rela berkorban tidak mengadakan perayaan Natal demi keselamatan banyak orang. Kalaupun ada perayaan, bentuknya adalah ibadah yang sangat memperhatikan protokol kesehatan termasuk pembataasn kehadiran jemaat,” ujar Prapto Basuki, Selasa (22/12/2020).

Karena situasi yang terjadi, sebagian besar gereja-gereja di Kabupaten Jepara sudah menyampaikan tidak mengadakan Perayaan Natal. Namun gereja-gereja yang ada akan menggunakan kesempatan ini untuk berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dari informasi yang ada, sejumlah gereja telah memastikan tidak akan menyelengaraan perayaan Natal tetapi merayakan dengan membagi sembako seperti yang dilakukan GITJ Tempur, GPDI Pecangaan, GKMI Mlonggo, GITJ Bucu, JKI Gethsemane Kelet, JKI Efrata Kelet, GPDI Bondo, GKSI Cepogo, GBT Bondo, GPI Bondo.

Sedangkan sejumlah gereja lainnya menyatakan akan melaksanakan kegiatan kebaktian secara terbatas. Gereja-gereja yang akan mengambil keputusan seperti ini adalah JKI, GKSI, GITJ Bumi Harjo dan GBI Jerukwangi. Lainnya, seperti GKMI Mlonggo dan GITJ Margokerto, akan melakukan kegiatan ibadah Natal secara daring.

GITJ Margokerto, yang merupakana gereja terbesar di Jepara akan menggelar ibadah secara live streaming melalui FB Yohanes Wibowo,YouTube GITJ Margokerto,dan radio El Shaddai 107 Fm.“Untuk GITJ Margokerto, ibadah dilakukan  live streaming tanggal 25 Desember 2020  jam 9 pagi. Jemaat ikut ibadah bersama keluarga masing-masing di rumah dengan menekankan kepada keprihatinan,” ujar Ketua Majelis GITJ Margokerto Sudi Siswanto, terpisah.Sudi menjelaskan, nantinya ibadah secara live streaming ini Petugas ibadah yang melayani digereja akan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ibadah yang akan digelar akan menggunakan liturgi semi perayaan Natal. Arahnya lebih ke refleksi peratapan dalam menghayati situasi pandemi ini. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler